Oleh: Muhammad Rijwal Pina, ketua koordinator angkatan 24 Fisip, Universitas Muhammadiyah Maluku UtaraWartaRepublik.Com - Saat kebijakan pemerintah hanya memberikan tekanan, bukan solusi, masyarakat terjebak dalam kesengsaraan yang dalam, mendambakan keadilan yang sejati.
Dalam suasana kebijakan yang tidak adil, rakyat menjadi korban, kehilangan harapan dan senyuman, serta hidup dalam ketidakpastian mengenai masa depan mereka.
Wajah-wajah penderitaan rakyat mencerminkan kegagalan suatu sistem, menunjukkan bagaimana kepemimpinan yang tidak peka dapat merusak kehidupan dan menghilangkan martabat warganya. "Penderitaan rakyat bukan merupakan nasib yang tak terelakkan, tetapi adalah hasil dari keputusan kebijakan. Saatnya para pemimpin perhatian terhadap jeritan rakyat dan mengubah arah untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bersama. " Apa yang dikatakan oleh Bung Karno, "Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri," adalah kenyataan saat ini, saat rakyat melawan pemerintah.
Kepada pemerintah, lihatlah wajah-wajah penuh derita di setiap penjuru tanah air, dan ingatlah bahwa keadilan yang sebenarnya terwujud bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan yang mengurangi beban rakyat.
Tanah air kita merintih, bukan karena bencana alam, tetapi akibat kebijakan yang keliru. Mari kita bangkit bersama, menegakkan kebenaran, dan menuntut pemerintah yang bersedia melayani, bukan menindas. Meskipun saat ini langit tampak kelam dan mendung, semangat rakyat tetap membara, berharap akan hadirnya kebijakan yang membawa harapan dan masa depan yang lebih baik untuk semua.
Penderitaan adalah pelajaran tersulit. Namun, dari kesakitan ini, masyarakat belajar untuk bersatu, memperkuat diri, dan berjuang untuk hak-hak mereka, demi terbitnya fajar keadilan dan kesejahteraan.
"Kekuatan rakyat terletak dalam persatuan. Mari kita ungkapkan suara kita dengan tegas, bahwa setiap kebijakan harus datang dari hati nurani untuk mengurangi penderitaan, bukan sebaliknya. " Muhammad Rijwar Saputra Pina, koordinator angkatan 2024 FISIP Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.
Penulis: M.Rijwal Pina
Reporter: Asrul M
.png)