Proyek Paving Rp99 Juta di Kelurahan Jati Berjalan, Warga Harap Drainase dan Jembatan Ikut Dibangun -->

Header Menu

Proyek Paving Rp99 Juta di Kelurahan Jati Berjalan, Warga Harap Drainase dan Jembatan Ikut Dibangun

Admin Global
Sunday, 14 June 2026

TERNATE, Wartarepublik.com — Pembangunan jalan lingkungan melalui pemasangan paving block di Kelurahan Jati, Kecamatan Ternate Selatan, Provinsi Maluku Utara mulai dilaksanakan. Pekerjaan tersebut berlokasi di RT 013 RW 007 kawasan Metro TV dan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Ternate dalam meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan serta aksesibilitas masyarakat di kawasan permukiman, Minggu (14/06/2026).

Pekerjaan pembangunan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate dengan pelaksana CV FiziQ Construction. Proyek tersebut memiliki volume satu paket pekerjaan dengan lebar jalan sekitar 2,60 meter dan panjang kurang lebih 57 meter yang terbagi pada dua titik lokasi sesuai kondisi badan jalan di masing-masing lingkungan.

Program ini dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp99.627.628,20 dan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender. Pembangunan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Ternate, Irawati dari Fraksi PKB, kemudian direalisasikan oleh Pemerintah Kota Ternate melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL).

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah material pekerjaan telah tersedia, mulai dari pasir kasar, pasir halus, paving block hingga semen. Kondisi tersebut menandakan pekerjaan telah memasuki tahap awal pelaksanaan.

Sejumlah warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya menyambut baik dimulainya pembangunan jalan tersebut. Menurut mereka, kehadiran jalan paving akan meningkatkan kenyamanan serta mempermudah mobilitas dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Namun demikian, warga berharap pembangunan tidak hanya berfokus pada pemasangan paving, melainkan juga memperhatikan pembangunan saluran drainase yang hingga kini masih menjadi persoalan utama di lingkungan RT 013 RW 007.

Warga menilai keberadaan selokan lebih mendesak karena selama ini kawasan tersebut sering mengalami limpasan air ke pekarangan rumah saat hujan turun. Mereka khawatir kondisi tersebut akan semakin berisiko apabila jalan telah dipaving sementara sistem pembuangan air belum tersedia secara memadai.

Kekhawatiran warga sempat terbukti beberapa hari menjelang pelaksanaan pemasangan paving. Hujan deras yang mengguyur kawasan itu menyebabkan aliran air membawa material pasir menuju area permukiman warga hingga memicu keluhan dan protes masyarakat.

Warga menduga material yang terbawa aliran air berasal dari area pekerjaan yang belum memiliki sistem pengendalian drainase yang optimal. Mereka meminta agar pelaksanaan proyek juga memperhatikan infrastruktur pendukung untuk mengurangi risiko genangan dan kerusakan lingkungan.

“Kalau bisa sebelum paving dilanjutkan, pemerintah juga memperhatikan pembangunan selokan. Karena yang kami butuhkan saat ini bukan hanya jalan bagus, tetapi juga saluran air agar rumah warga tidak kebanjiran saat hujan deras,” ujar salah satu warga.

Selain drainase, masyarakat juga meminta perhatian terhadap perbaikan badan jalan dan penyelesaian pembangunan jembatan yang masih tertunda. Menurut warga, kondisi jalan yang masih naik-turun dan belum rata membuat lingkungan terlihat kurang tertata.

Saat melakukan penelusuran di lokasi, awak media turut menemui pihak kontraktor pelaksana, Yaser, bersama petugas pengawas dari Dinas PUPR Kota Ternate yang sedang melakukan pemantauan pekerjaan. Dalam keterangannya, pihak kontraktor menjelaskan bahwa pekerjaan dilaksanakan melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL) dengan nilai kontrak sekitar Rp99,6 juta dan akan dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Sementara itu, pengawas dari Dinas PUPR Kota Ternate menegaskan bahwa seluruh pekerjaan harus mengikuti standar teknis dan gambar perencanaan agar kualitas pembangunan tetap terjaga. Proses pekerjaan juga dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan mutu material dan metode pelaksanaan.

Di sisi lain, warga menyoroti masih terdapat sekitar 50–55 meter ruas jalan yang belum dapat dipasang paving. Dari total volume pekerjaan yang tersedia, sekitar 30 meter dialokasikan di RT 013 RW 007 dan sisanya berada di ruas jalan lain di kawasan sekitar Kelurahan Jati wilayah pemancar Metro TV.

Menurut warga, ruas jalan yang belum tertangani memiliki kontur cukup tinggi sehingga memerlukan pekerjaan perataan atau penggusuran badan jalan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemasangan paving.

“Jalan ini perlu diratakan lebih dulu agar tidak terlalu menanjak. Kalau langsung dipasang paving tanpa perbaikan badan jalan, akses kendaraan roda dua maupun roda empat tetap kurang nyaman,” ungkap salah seorang warga.

Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas PUPR menjelaskan bahwa volume pekerjaan yang sedang berjalan telah disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar perencanaan yang telah ditetapkan. Dalam anggaran proyek saat ini belum tersedia alokasi untuk pekerjaan penggalian, penggusuran, maupun penimbunan badan jalan.

“Seluruh pekerjaan harus sesuai petunjuk teknis dan pagu anggaran yang tersedia. Penambahan pekerjaan di luar perencanaan dapat memengaruhi kecukupan anggaran proyek,” jelas pihak terkait.

Meski demikian, warga menegaskan bahwa aspirasi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap proyek yang sedang berjalan. Mereka justru mengapresiasi dimulainya pembangunan dan berharap pemerintah dapat melanjutkan penanganan ruas jalan yang belum tersentuh, termasuk pembangunan drainase dan penyelesaian jembatan di wilayah tersebut.

Dengan dimulainya pembangunan paving jalan di Kelurahan Jati RT 013 RW 007, Pemerintah Kota Ternate dinilai terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga tingkat lingkungan. Namun masyarakat berharap pembangunan ke depan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi agar manfaatnya semakin dirasakan secara menyeluruh.




Redaksi: ul