WARTA REPUBLIK.COM - Serang Raya–Dugaan manipulasi data siswa dan tenaga pengajar oleh sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Serang mencuat ke publik, menyusul temuan ketidaksesuaian data antara pernyataan pihak pengelola PKBM dan data resmi pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Minggu (13/4/2025).
Ketua Forum PKBM Kota Serang, Sulaiman, saat di temui awak media, menyatakan bahwa PKBM CN memiliki 12 guru aktif yang mengajar. Namun, hasil penelusuran pada data Dapodik menunjukkan hanya terdapat 6 guru yang terdaftar, tanpa kehadiran tenaga kependidikan (Tendik).
Selain itu, terjadi selisih data jumlah siswa. Sulaiman menyebut terdapat 260 siswa, sedangkan Dapodik mencatat sebanyak 364 siswa.
Tak hanya PKBM CN, Awak Media melakukan surpai lapangan pada tanggal 12 April 2025. ke beberapa PKBM lain sebagai semling seperti PKBM "GN, P2B, dan Kartika", juga diduga tidak menjalankan proses pembelajaran sebagaimana mestinya, tidak menutupi kemungkinan dari berbagai PKBM Di kota serang merata kerap adanya dugaan melakukan praktik manipulasi data yang melibatkan sejumlah lembaga pendidikan nonformal di wilayah tersebut.
Menanggapi hal ini, Ketua Forum Mahasiswa Serang Kota, Gifari, menyampaikan keprihatinannya.
“Saya merasa sangat miris dan menyayangkan hal ini terjadi. Pendidikan adalah sektor penting untuk peningkatan kualitas SDM, namun di Kota Serang justru dijadikan ladang memperkaya diri,” ujarnya kepada awak media.
Gifari menegaskan bahwa pihaknya akan membawa temuan ini kepada instansi berwenang guna dilakukan penyelidikan dan penindakan terhadap penyimpangan yang terjadi di lingkungan PKBM Se Kota Serang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait mengenai perbedaan data tersebut.