
Wartarepublik.com || Nasib Honorer kategori R2 dan R3 terkait formasi PPPK paruh waktu di ambang kehancuran setelah bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu gagal lobi di kementrian Menpan-RB. Selasa 19 Agustus 2025.
Seperti di ketahui, bupati Nias Barat telah melakukan koordinasi di kementrian terkait dalam pengusulan PPPK paruh waktu tahun 2025, alhasil gagal dan kembali kepada kebijakan daerah bupati.
Janji politik sangat jauh beda dengan hasil lobi yang di gembar gemborkan selama ini oleh Eliyunus Waruwu saat kampanye dan debat pilkada 2024 yang lalu.
Beberapa peserta PPPK paruh waktu sempat meminta kepada bupati Eliyunus agar NIP mereka di terbitkan walaupun tidak di gaji yang penting ada kepastian kami serta kejelasan keabsahan Non ASN PPPK, saat audiensi di kantor DPRD Kabupaten Nias Barat.
"Nasib kami PPPK paruh waktu ini di ujung tandus dengan wajah memelas sedih, saat konfirmasi kepada wartawan melalui WhattsAp pribadinya.
"Disisi lain, R2 untuk pelamar guru dianggap melebihi rasio namun R3 perkantoran mengapa tidak di rekrut, apakah alasan efesiensi anggaran, fiskal yang notabene hanya pemborosan anggaran menurut pernyataan Eliyunus Waruwu bupati Nias Barat" ucapnya dengan tegas, dan penuh kekecewaan.
Lebih lanjut,
Kami kecewa dengan nama yang di nobatkan kepada bupati Nias Barat sebagai bupati Visioner. Yang artinya "individu yang memiliki pandangan atau wawasan yang terfokus pada masa depan. Individu yang memiliki sifat visioner akan mampu merancang strategi terbaik untuk langkah-langkah yang akan diambil ke depan, namun itu semua omongan kosong yang tidak berarti," cetusnya.
𝐂.𝐀𝐆
.png)