PERKAWANAN dan WARNA POLITIK, CORETAN HARIAN oleh SALAH SATU MAHASISWA ANTROPOLOGI SOSIAL, -->

Header Menu

PERKAWANAN dan WARNA POLITIK, CORETAN HARIAN oleh SALAH SATU MAHASISWA ANTROPOLOGI SOSIAL,

Admin Redaksi
Tuesday, 11 November 2025

Oleh: Tomi Mulyadi Mahasiswa antropologi Unkhair

Opini, Wartarepublik.com - Pada tiap perkawanan,perlu di sadari kadang kita kaget Dengan perubahan relasi dan corak.hanya gara- gara tidak bertemu,presepsih tidak begitu rupa sayup- sayup berita tentang kawan ada kalanya disebut benar sering yg tersimak dari kejauhan bersumber ketok tular.namun,tidak sedikit pula berita spekulatif yg penyimpulanya olahan presepsih pada kawan lama,di antaranya rumor yg membelit ketikdakjelasan infomasih.muncul kekagetan dan kadang berlebihan dengan reyaksi beragam.

Padahal, informasi yang sesungguhnya di sikapi sebagai hal yang biasa, tentu kita menghadapi ketegangan pandangan dan interest yg di anggap berbeda dengan kawan lama.anehnya sikap berlebihan bisa berakibat terjebak perselisihan tak berkesudahan.tren di grup media sosial,dari sendirian berubah menjadi pilintiran.tidak Ayal jika kadang muncul emosih jiwa- jiwa menstimulan cekcok njelihi.padahal harta Karun sejarah kebersamaan terlalu sayang jika tersobek hanya karna presepsih atau interpretasi yang di terdistorisis berlebihan.

Dengan demikian,tidak sulit menggambarkan pada tiap perubahan dan jalur pembentukan sejarah kehidupan dan pencapaian,slalu ada warna dalam diri.entahlah karna perkembangan diri di sebut prestasi hebat, sebutlah sebagai temuan dan refleksi diri.kadang karna keterbatasan Atas pilihan,dan karna itu teman- teman sering menyebut sebagai promlem struktural dan pelihan realistis harus di tempuh.sayangnya,kadang kita menghadapi situasi gap kematangan diri dalam sikap Mampu berprilaku.kita tidak heran ada kalahnya kita bisa menilai kualitas aktifis Yang maju, progresif,dan memelihara persahabatan kita,tapi ada juga aktifis sak karape dimana- mana bgitu.anggap saja tidak lebih sebagai ilustrasi ganjil dalam aktivisme.

Begitu pun dunia politik kita.jejak dari dua dekade demokratisasi,yang hingga kini terus berupaya menemukan pola,kadang membuat kita terkaget.apakah ini bentuk capaian gemilang stagnasi,atau kemunduran? Orang bisa beragam penilaian dalam memperoleh makna.entah menumpukkan soal indikator,yang konon di sebut positivistik.ataukah ukuran yang lebih lengkap dan utuh saat menilainya dengan kesadaran limitasi yang slalu melekat karna itu,jika berbasis pengalaman menilai denamika sosial dan politik serta corak ekonomi,maka kita bisa perbandinkan era orba dan era reformasi.bisa di katakan era demokrasi jauh lebih baik di banding dengan jaman otoriterisme.namun, semestinya kita bisa mencapai lebih dari kondisi sekarang jika menyakini kualitas demokratisasi jelas perlu di tingkatkan.

Dengan ilustrasi di Atas,maka cara membaca peran aktifvis harus diletakkan dalam spektrum yang lebih luas.sesuai dengan konteks dan jaman bertumpuh values ideal yang pernah menjadi konsesus sejarah dan relevan hingga Kini.menjemagkan nilai-nilai itu berarti kita bicara soal strategis dan taktik,dan karenanya sejumlah penyesuaian tidak terhindarkan.