FENOMENA VANDALISME SEBAGAI BENTUK EKSPRESI KOMUNIKASI -->

Header Menu

FENOMENA VANDALISME SEBAGAI BENTUK EKSPRESI KOMUNIKASI

Admin Redaksi
Friday, 26 December 2025

Oleh: Fikram Arsad Mahasiswa KPI UMMU


Opini, Wartarepublik.com - Vandalisme Kerap dikenali sebagai suatu perbuatan merusak fasilitas umum, Mencoret dinding, dan menulis sebuah kalimat atau kata yang umumnya tidak beradab dan tidak beretika tetapi mengandung makna pesan yang ingin disampaikan oleh pelakunya, perbuatan vandalisme tidak selamanya bisa kita nilai sebagai sebuah perbuatan destruktif tetapi vandalisme bisa merupakan sebuah ekspresi sosial yang lahir dari dorongan emosi, ketidaknyamanan, keluh kesahan yang belum mendapatkan ruang penyampaian formal sehingga pelakunya lebih memilih perbuatan vandalisme sebagai media penyaluran.

Fenomena Vandalisme yang sempat viral di Kota Ternate khususnya adalah seperti Tulisan di tembok masjid pada salah satu Sekolah di ternate "Sekolah Korupsi", ketika ditelusuri ternyata pelakunya adalah Siswa kelas 1 SMA yang berinisial SH, disaat diintrogasi oleh pihak BK siswa tersebut mengaku tidak mengetahui alasan dirinya menulis hal tersebut, entah karena ia tidak memahami kalimat yang ia sendiri menulis ataukah ia sendiri yang bersekukuh tidak mau mengaku atau jujur, dan yang menariknya adalah siswa SH menjadikan Tembok masjid sebagai media Coretan tersebut yang dimana Tempat ibadah tersebut menjadi tempat berkumpulnya banyak orang, bisa dikatakan ini adalah sebuah pengekspresian pesan yang jitu , selain itu Tulisan yang sempat Viral dan ramai di media sosial adalah fenomena coretan yang muncul diberbagai tempat fasilitas Umum "Vanox Boskuy" yang sempat membuat warga setempat resah dengan adanya tulisan tersebut, dan Alhamdullillah berkat kerjasama pihak keamanan pelaku vandalisme tersebut telah tertangkap dan telah membuat video klarifikasi sebagaimana yang telah di upload pada akun tiktok ternatearea , pelakunya mengaku menyesal dan meminta maaf kepada Masyarakat Ternate yang merasa dirugikan, Hal ini menunjukan bahwa Vandalisme adalah sarana ekspresi individu atau kelompok yang memiliki Keinginan menyampakan Kritik pada sebuah lembaga/instansi, atau mungkin bagian dari kenakalan remaja saja yang muncul akibat terimitasi oleh lingkungan dan media sosial, selian itu mungkin hanya sekedar eksistensi diri saja.

Vandalisme dan Ekspresi Komunikasi:

Ekspresi Komunikasi merupakan cara seseorang menyampaikan sebuah pemikiran, perasaan, dan keinginan kepada orang lain melalui berbagai macam cara baik verbal maupun nonverbal, sehingga pesan dapat dipahami dengan jelas oleh orang lain,Komunikasi memandang vandalisme sebagai komunikasi massa yang tidak resmi, karena dinilai oleh banyak orang, menyampaikan pesan yang luas dan tidak mempunya media yang resmi.

Vandalisme dalam teori komunikasi di pandang sebagai pesan simbolik yang merupakan bagian dari salah satu bentuk ekspresi komunikasi, seperti emoji, logo, coretan, grafiti, dan tulisan-tulisan yang profokatif, bahkan coretan sekedar nama gaul yang dilakukan oleh individu atau kelompok, dari itu kita bisa menilai bahwa vandalisme lahir sebagai komunikasi alternatif dari kelompok atau individu yang merasa suaranya tidak didengar.