Putri, sahabat korban, menceritakan kronologisnya bahwa FA tidak memberikan respons sejak pagi. Sekitar pukul 09. 00 WIT, teman-temannya mencoba untuk mengunjungi kosan, tetapi pintu kamar ternyata terkunci.
“Kami datang sekitar jam sembilan pagi, tetapi dia tidak membuka pintu. Kemudian kami kembali lagi sekitar jam tiga dini hari, dan tetap tidak ada jawaban,” katanya.
Karena tidak ada respons yang diterima, teman-teman pun menghubungi pemilik kosan dan tetangga. Setelah jendela kamar dibuka paksa, korban ditemukan tergantung dengan tali di lehernya.
Kapolsek Ternate Selatan, Ipda Fatmawati Sukur, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak keluarga menolak untuk dilakukannya autopsi, dan jenazah langsung dibawa ke Kota Tidore untuk dimakamkan.
“Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kejadian ini,” tuturnya
Peristiwa tragis ini menjadi suatu pengingat bagi masyarakat dan lingkungan kampus untuk lebih memperhatikan kondisi teman-teman mahasiswa, untuk demi menjaga kesehatan mental agar mendapatkan kehuntungan bersama.
.png)