HIPMA-GALUT Nilai Pemprov Malut dan Pemda Halut Abaikan Perkebunan Warga -->

Header Menu

HIPMA-GALUT Nilai Pemprov Malut dan Pemda Halut Abaikan Perkebunan Warga

Admin Redaksi
Tuesday, 20 January 2026

MALUT, Wartarepublik.com - Himpunan Pelajar Mahasiswa Galela Utara (HIPMA-GALUT) Provinsi Maluku Utara memberikan kritik keras ke Pemprov Malut dan Pemda Halmahera Utara (Halut) usai bencana alam (Banjir) yang terjadi di kecamatan Galela Utara, tepatnya di kali Aru (Desa Bobisingo) yang menyebabkan jalan dan jembatan rusak total dan juga ratusan hasil tani jangka panjang seperti kelapa, pala, coklat (Kokao) dan lainnya milik warga desa Bobisingo ikut hanyut terbahwa banjir. 

Benjir yang terjadi pada tanggal 7 dan 13 Januari 2026 itu membuat kerugian terbesar khususnya pada masyarakat petani asal desa Bobisingo. Sempat ada perwakilan dari Pemerintah Provinsi Malut yang datang di lokasi, seperti Wagub Malut, Sekdah Provinsi dan juga di dampingi oleh Bupati dan wakil Bupati Halut turun ke lokasi, namun kedatangan mereka tak memberikan solusi bagi petani atau warga yang hartanya hilang terbahwa kerasnya arus banjir itu.

Taslim Litimi, ketua umum Hipma-galut menyampaikan bahwa, kedatangan bencana alam (Banjir) yang terjadi di wilayah Galela Utara, tepatnya di kali aru itu sekaligus menjadi pemecah rekor bencana terbesar yang di alami masyarakat Galela Utara, sehingga sekitar ratusan bahkan ribuan pohon kelapa, pala, coklat (Kokao) yang ikut menjadi korban amukan banjir di kali aru. Ini adalah kerugian terbesar bagi warga yang kehilangan harta mereka akibat banjir itu. 

Dari pantauan kami, Pemprov dan Pemda Halut terlihat hanya fokus pada jembatan yang rusak, alhasil harta warga yang terbawa banjir itu di abaikan. Kami mendesak Pemprov Malut dan Pemda Halut untuk melakukan proses rehabilitasi. Rehabilitasi yang kami maksud disini adalah untuk proses memulihkan atau mengembalikan kondisi suatu lahan atau lingkungan yang telah rusak atau terganggu, sehingga warga dapat menggunakan kembali untuk kegiatan yang produktif dan berkelanjutan," jelasnya

Tentu kami mengapresiasi ke pemerintah provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) dan pemerintah daerah Halmahera Utara (Pemda Halut) atas kunjungan mereka dibeberapa hari kemarin paska terjadi banjir itu, namun kedatangan mereka tak membawa angin segar bagi masyarakat yang harta mereka dibawa habis oleh kerasnya banjir itu. 

Hipma-galut akan menyampaikan ke Pemprov Malut dan Pemda Halut agar selain mengurus jalan dan jembatan yang rusak, lahan warga yang terbawa banjir juga harus di urus dan disikapi secara serius," desak Taslim Litimi