Opini, Wartarepublik.com - Body shaming merupakan tindakan merendahkan atau mengomentari bentuk fisik seseorang secara negatif. Fenomena ini masih sering terjadi di lingkungan kampus, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Mahasiswa sebagai individu yang berada pada fase pencarian jati diri sangat rentan terdampak oleh body shaming. Dampak tersebut tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga memengaruhi kemampuan dan pola komunikasi interpersonal mereka.
Dapak tersebut sering terjadi pada Mahasiswa, atau korban body shaming sering mengalami penurunan rasa percaya diri, kecemasan sosial, hingga stres dan depresi. Komentar negatif tentang tubuh seperti berat badan, warna kulit, atau penampilan dapat membuat korban merasa tidak berharga. Kondisi ini berdampak langsung pada cara mahasiswa berinteraksi dengan orang lain, baik di lingkungan akademik maupun pergaulan sosial.
Hal ini juga bisa membuat Korban body shaming cenderung menarik diri, menghindari interaksi sosial, dan merasa takut dinilai. Karena itu hal ini menyebabkan komunikasi interpersonal menjadi tidak efektif karena korban lebih banyak menutup diri dan enggan mengekspresikan pikiran maupun perasaan secara terbuka.
Komunikasi Interpersonal pada Korban Body Shaming berdampak terhadap membangun:
Komunikasi interpersonal seperti proses pertukaran pesan antara dua orang atau lebih yang melibatkan keterbukaan, empati, dan kepercayaan. Pada mahasiswa korban body shaming, proses ini sering mengalami hambatan. Beberapa bentuk hambatan komunikasi interpersonal yang umum terjadi antara lain,
Kurangnya keterbukaan diri (self-disclosure)
Korban cenderung menahan perasaan dan pengalaman pribadi karena takut kembali dihakimi atau disakiti.
Menurunnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Mahasiswa korban body shaming sering merasa tidak layak untuk didengar, sehingga memilih diam dalam diskusi kelas atau kegiatan kelompok.
Ketakutan terhadap penilaian sosial:
Korban menjadi sangat sensitif terhadap komentar orang lain, yang dapat memicu kecemasan saat berkomunikasi.
Dalam poin-poin ini sya bisa mengatakan bahwa di negara ini harus lebih memperkuat lagi pengawalan terhadap korban-korban seksualitas dan bodi shaming. Karena tadi si korban akan lebih banyak diam daripada berinteraksi dengan teman-teman. Karena mereka tidak berani menceritakan apa yang Meraka alami saat ini
Terakhir atau kesimpulannya, Body shaming memberikan dampak signifikan terhadap komunikasi interpersonal mahasiswa. Korban cenderung mengalami hambatan dalam keterbukaan, kepercayaan diri, dan interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif lingkungan kampus dan masyarakat untuk menciptakan komunikasi yang suportif dan empatik. Dengan dukungan yang tepat, mahasiswa korban body shaming dapat kembali membangun komunikasi interpersonal yang sehat dan meningkatkan kualitas hubungan sosial mereka.
.png)