Menakar Kepedulian, Menanti Aksi Nyata Mahasiswa Loloda dalam Bencana Halut dan Halbar -->

Header Menu

Menakar Kepedulian, Menanti Aksi Nyata Mahasiswa Loloda dalam Bencana Halut dan Halbar

Admin Redaksi
Sunday, 11 January 2026

Ternate, Wartarepublik.com – Gelombang aksi kemanusiaan menyapu jalanan Kota Ternate dalam beberapa pekan terakhir. Berbagai organisasi mahasiswa turun ke jalan, mengetuk pintu-pintu mobil dan hati para pejalan kaki untuk menggalang dana bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Halmahera Barat (Halbar). Namun, di tengah riuhnya solidaritas tersebut, terselip sebuah tanya: di mana suara dan pergerakan mahasiswa asal Loloda?


Kritik tajam muncul mengenai dugaan ketidaksadaran kolektif mahasiswa Loloda terhadap bencana yang menimpa saudara-saudara mereka sendiri. Padahal, secara geografis dan emosional, Loloda memiliki keterikatan langsung dengan wilayah terdampak di Halut maupun Halbar.

Sangat disayangkan ketika mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi di Ternate justru lebih dulu pasang badan, sementara mahasiswa yang berasal dari daerah itu sendiri seolah-olah absen dalam aksi kemanusiaan. Absennya keterlibatan ini bukan sekadar masalah jumlah personel di lapangan, melainkan indikasi memudarnya kepekaan sosial terhadap tanah kelahiran.

Mahasiswa seringkali melabeli diri sebagai penyambung lidah rakyat. Namun, jika dalam kondisi darurat bencana saja tidak ada pergerakan masif, maka predikat tersebut patut dipertanyakan. Harusnya, momentum ini menjadi ajang bagi mahasiswa Loloda untuk menunjukkan persatuan dan kepedulian nyata, bukan justru menjadi penonton di tengah duka kerabat mereka.

Solidaritas tidak boleh terbatas pada diskusi di ruang-ruang kelas atau warung kopi. Bencana di Halut dan Halbar adalah panggilan kemanusiaan yang menuntut aksi nyata. Jangan sampai ketidaksadaran ini terus berlanjut hingga kita kehilangan jati diri sebagai makhluk sosial yang peduli pada sesama.