Netti Herawati Dipilih dalam Riset Populix-TIFA: Ungkap Hambatan Jurnalis Liput PSN dan Ancaman Perlindungan -->

Header Menu

Netti Herawati Dipilih dalam Riset Populix-TIFA: Ungkap Hambatan Jurnalis Liput PSN dan Ancaman Perlindungan

Admin Redaksi
Tuesday, 6 January 2026


Denpasar, Bali, 6 Januari 2026 , WartaRepublik. Com
Jurnalis investigasi Indonesia, Netti Herawati, dipilih sebagai responden potensial dalam penelitian Indeks Keselamatan Jurnalis oleh Populix bekerja sama dengan Yayasan TIFA. Undangan wawancara mendalam (In-Depth Interview/IDI) ini menyoroti pengalaman Herawati menghadapi kesulitan peliputan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk pelarangan liputan, pelecehan verbal, dan bentuk kekerasan non-fisik lainnya.

Aulia dari tim riset Populix menyampaikan undangan melalui email, merujuk data kuesioner sebelumnya. "Berdasarkan informasi tersebut, kami memahami bahwa Mbak mengalami kesulitan dalam meliput isu PSN," tulisnya, sambil menekankan riset ini bertujuan menggali dampak terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis secara komprehensif.

Netti Herawati, yang dikenal dengan liputannya tentang isu lahan adat, kebijakan publik, dan konflik PSN Nasional maupun Internasional, menjadi salah satu jurnalis terpilih untuk berbagi pengalaman. Wawancara direncanakan 60-90 menit secara daring, bersifat sukarela, dengan jaminan kerahasiaan penuh. 

Peserta berhak menolak pertanyaan atau menghentikan sesi kapan pun.Penelitian ini relevan mengingat maraknya intimidasi terhadap jurnalis di Indonesia. Data Dewan Pers 2025 mencatat 50 kasus kekerasan, 30 persen di antaranya terkait PSN seperti proyek infrastruktur di Bali yang sering memicu sengketa lahan dengan masyarakat. 

Yayasan TIFA berharap temuan ini mendorong kebijakan perlindungan yang lebih kuat bagi jurnalis.Hingga kini, konfirmasi partisipasi Dibenarkan oleh Netti saat ditemui awak media

Namun, inisiatif ini dianggap langkah krusial untuk memperkuat indeks keselamatan jurnalis di tengah tantangan liputan proyek strategis nasional.