WARTAREPUBLIK.COM - Kehidupan beragama pada dasarnya merupakan kepercayaan terhadap keyakinan adanya kekuatan gaib, luar biasa atau supernatural yang berpengaruh terhadap kehidupan individu dan masyarakat, bahkan terhadap segala gejala alam. kepercayaan itu menimbulkan prilaku Tertentu, seperti kita sholat berdoa memuja dan lainnya, serta menimbulkan sikap menimbulkan mental tertentu, seperti rasa takut, rasa optimis, pasrah, dan lainnya dari individu dan masyarakat yang mempercayainya.
karenanya, keinginan petunjuk dan ketentuan dengan kekuatan gaib harus dipatuhi kalau manusia dan masyarakat ingin kehidupan ini berjalan dengan baik dan selamat kepercayaan beragama yang bertolak dari kekuatan gaib tampak aneh, tidak alamia dan tidak rasional dalam pandangan individu dan masyarakat modern yang terlalu di pengaruhi oleh pandangan bahwa sesuatu yang di yakini ada kalau kongkret, Rasional, alamiah atau terbukti secara empirik dan ilmiah.
Namun demikian, sebab kehidupan beragama adalah kenyataan hidup manusia yang ditemukan sepanjang sejarah masyarakat dan kehidupan pribadinya.
Ketergantungan masyakarat dan individu kepada kekuatan gaib di temukan dari jaman purba sampai jaman modern ini.
Kepercayaan di yakini kebenarannya sehingga iya menjadi kepercayaan keagamaan atau kepercayaan regelius, mengadakan upacara-upacara pada momen tertentu, seperti perkawinan, kelahiran, dan kematian, juga berlangsung dari dahulu kala sampai jaman modern ini.
Upacara- upacara di dalam agama di namakan ibadah dan dalam ANTROPOLOGI agama di namakan retiual ( rites). mempercayai sesuatu tempat, benda, waktu atau orang sebagai keramat, suci, bertuah, istimewa, juga di temukan sampai sekarang.
Kepercayaan terhadap sucinya sesuatu dinamakan dalam ANTROPOLOGI dan SOSIOLOGI agama dengan mempercayai adanya sifat sakral dan pada sesuatu itu. Mempercayai sesuatu sebagai yang suci atau sakral juga ciri khas kehidupan beragama.
Adanya aturan terhadap individu dalam kehidupan masyarakat, berhubungan dengan alam dan lingkungannya, atau dalam berhubungan Deng tuhan di temukan di setiap masyakarat, berhubungan dengan alam lingkunganya, atau dalam berhubungan dengan tuhan juga termasuk ciri kehidupan beragama.
Upacara keagamaan kepercayaan kepada yang gaib itu di lakukan dan di hayati secara khusyuk, khidmad, cinta, dan inteks sekali sehingga ada dan hidup di alam lain.
Penghayatan ruhaniah dengan berbagai ragam dan tingkatnya ini dari sekedar khusyuk atau cinta mendalam, tuhan dinamakan aspek mistik keruhanian dalam kehidupan beragama dan di temukan di setiap masyakarat dan individu semuanya ini menunjukkan bahwa kehidupan beragama aneh tetapi nyata, dan merupakan gejala universal, ditemukan dimana dan kapan pun dalam kehidupan individu dan masyarakat itu sendiri.
.png)