
WARTAREPUBLIK.COM | Lhokseumawe – Tak ada ruang bagi pembiaran. Personel Satbrimob Polda Aceh Batalyon B Pelopor bergerak cepat menyisir tumpukan sampah di Pantai Ujong Blang dan TPI Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, dalam Gerakan Nasional Indonesia ASRI, Selasa (17/02/2025).
Aksi ini bukan seremoni pencitraan. Tumpukan plastik, kayu, dan limbah rumah tangga yang menggunung di pesisir menjadi bukti bahwa ancaman kerusakan lingkungan nyata di depan mata. Jika dibiarkan, pantai kebanggaan masyarakat itu bisa berubah menjadi titik rawan pencemaran dan sumber penyakit.

Bersama jajaran Polres Lhokseumawe, unsur TNI, serta warga sekitar, personel Brimob bahu-membahu mengangkat sampah tanpa kompromi. Karung demi karung diisi, diangkut, dan dibersihkan dari garis pantai hingga area pelelangan ikan.
Komandan Batalyon B Pelopor, Kompol Muzakkir, S.H., menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI adalah komitmen nyata Brimob Aceh dalam mendukung program pemerintah sekaligus mempertegas soliditas TNI-Polri bersama rakyat.

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi soal masa depan. Kalau lingkungan rusak, generasi mendatang yang menanggung akibatnya. Karena itu, semua pihak harus bergerak,” tegasnya.
WARTAREPUBLIK.ID mencatat, aksi ini juga menjadi sinyal keras bahwa aparat tidak tinggal diam melihat persoalan sosial dan lingkungan. Kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat tak sebatas menjaga keamanan, tetapi juga memastikan ruang publik tetap layak dan sehat.

Pantai Ujong Blang adalah wajah pesisir Lhokseumawe. Jika wajah itu tercemar, maka citra daerah ikut tercoreng. Gerakan Indonesia ASRI di Banda Sakti menjadi momentum penting—bahwa menjaga negeri dimulai dari hal paling mendasar: tidak membiarkan sampah menguasai tanah sendiri.
Kini tantangannya jelas: apakah kepedulian ini akan terus berlanjut, atau kembali redup setelah kegiatan usai?
Redaksi: WARTAREPUBLIK.ID
Editor: Zulkarnain Idrus
.png)