Jamkeswatch FSPMI Sumut Kawal Penanganan Saqifah Nurjannah -->

Header Menu

Jamkeswatch FSPMI Sumut Kawal Penanganan Saqifah Nurjannah

Admin Redaksi
Friday, 13 February 2026

Jamkeswatch FSPMI Sumut Kawal Penanganan Saqifah Nurjannah di RSUP H. Adam Malik Medan

MEDAN, wartarepublik.com - Di Diagnosa Anemia Autoimun, Saqifah Nurjannah remaja perempuan berusia 14 tahun ini dirawat di RSUP H. Adam Malik sejak minggu 8 februari 2026 hingga sekarang. 


Saqifah Nurjannah merupakan anak ketiga (3) dari empat (4) bersaudara Muhammad Nasib (ayah) dan Nuryani (ibu) yang merupakan warga Dusun Mekar Jaya, Kuala Tanjung Pajak Sore, Desa Pematang Cengkerimg, Kec. Medang Deras , Kab. Batu Bara, Propinsi Sumatera Utara.

Menurut Afriyansyah yang merupakan relawan Jamkeswatch FSPMI Sumatera Utara, keluarga pasien mengaduh ke Jamkeswatch karena membutuhkan darah bergolongan B+.

"Kita mendapat laporan dari kawan-kawan Jamkeswatch DKI Jakarta. Kebetulan salah satu keluarga pasien atas nama Sari yang meminta bantuan ke kawan-kawan di Jakarta. Ya, katanya Urgen, memerlukan darah golongan B+" jelas AFRIYANSYAH yang akrab disapa Abuy ini. 

Lebih lanjut, Afriyansyah yang hari itu berada di Kota Tanjung Balai langsung menghubungi pihak keluarga pasien melalui washaap yang berada di RSUP H. Adam Malik di Kota Medan. 

"Ya kita langsung menghubungi pak nasib atau ayah pasien. Dia berkata bahwa anaknya yang sedang dirawat di RSUP. H. Adam Malik memerlukan darah golongan B+ sebanyak 4 kantong." Jelasnya.

Afriyansyah juga menambahkan bahwa Jamkeswatch juga mengalami sedikit kesulitan dalam mecari pendonor darah bergolongan B+.

"Selain waktu yang singkat, golongan darah B+ juga salah satu hambatan kita dalam pencarian pendonor, karena gol darah B+ itu sulit ditemukan. Selain itu, dalam peraturan, kita sebagai relawan harus menghadirkan pendonor atau tidak boleh kantong darahnya saja yang datang (harus orangnya). Kita coba komunikasi dengan pihak RS untuk mencari solusi. Na, untungnya pihak RS mau menerima permintaan kita dengan baik yaitu kita bisa menghadirkan pendonor dengan Gol Darah apa saja, pihak rumah sakit lah yang mencari barter agar menjadi Gol B+ dari pasien-pasien lain di RS tersebut" urainya. 

"Sore itu tepat jam 16:00 wib, dilakukan Transpusi pertama yang digunakan dari Donor Darah Pak Nasib (ayah). Selang 12 jam akan dilakukan transpusi ke 2 dan selanjutnya per 12 jam sekali. Kita mendapat Donor Darah itu dari kawan-kawan Garda Metal dan Relawan Jamkeswatch juga. kita utamakan mencari yang Gol Darahnya B+, tetapi karena agak susah, kita menghadirkan pendonor yang Golongan Darahnya B, minimal mendekati. Alhamdulillah pemenuhan darah itu tercukupi dari permintaan pihak RS sebanyak 4 kantong" tambahnya.

Dari pantauan awak Media, selain mengawal dan memastikan pasien mendapatkan pelayanan dan perawatan yang baik selama di RS, Jamkeswatch FSPMI SUMUT juga memberikan bantuan biaya kepada keluarga pasien selama di RS. 

"Ia, Donasi itu hanya kami sebar di Internal kami, Keluarga Besar FSPMI dan Partai Buruh. itu hanya sedikit bantuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga pasien selama di RS. Pak Nasib itu seorang penjual bakso goreng 1000an keliling, jadi selama di RS dia tidak berpenghasilan, jadi kita coba sedikit bantu biaya di RS, minimal untuk kebutuhan keluarga yg menjaga pasien. kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk kawan-kawan yang turut memberikan bantuan, juga terhadap pihak RSUP H. Adam Malik yang sudah mau berkoordinasi dengan baik kepada kita." tutup Afriyansyah. (F5)

Jurnalis : Faisal Siregar.