10 Tahun WC Rusak, SMP Islam Samargalila 2 Babang Disorot: Kepsek Bungkam, Orang Tua Murid Mengeluh. -->

Header Menu

10 Tahun WC Rusak, SMP Islam Samargalila 2 Babang Disorot: Kepsek Bungkam, Orang Tua Murid Mengeluh.

Admin Global
Saturday, 7 March 2026

WartaRepoblik.com — Kondisi memprihatinkan terungkap di SMP Islam Samargalila 2 yang berlokasi di Desa Babang, Kabupaten Halmahera Selatan. Fasilitas toilet (WC) di sekolah tersebut dilaporkan rusak dan tidak dapat digunakan selama kurang lebih satu dekade, memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap fasilitas dasar pendidikan, Sabtu 07/03.

Temuan ini mencuat setelah sejumlah orang tua murid menyampaikan keluhan kepada awak media terkait kondisi sanitasi di sekolah tersebut yang dinilai tidak layak dan berpotensi mengganggu kesehatan serta kenyamanan siswa selama mengikuti proses belajar mengajar.

Berdasarkan hasil penelusuran awak media, fasilitas WC di lingkungan sekolah itu sudah tidak berfungsi sekitar 10 tahun. Akibatnya, siswa dan guru terpaksa keluar dari lingkungan sekolah setiap kali hendak buang air.
Kondisi Toilet

Seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung lama dan kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar.

“WC ini sudah sekitar 10 tahun tidak bisa dipakai. Kalau mau buang air, kadang kami harus pulang ke rumah kalau ada kendaraan. Tapi kalau tidak ada motor, terpaksa meminta izin ke rumah warga yang dekat dengan sekolah,” ungkapnya.

Kondisi minimnya fasilitas sanitasi ini dinilai sangat ironis, mengingat toilet merupakan kebutuhan dasar dalam lingkungan pendidikan. Terlebih lagi, dengan adanya program makan bergizi di sekolah, ketiadaan fasilitas WC yang layak justru menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian siswa.

Sejumlah orang tua murid menilai kondisi tersebut tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin kerusakan fasilitas dasar seperti WC dapat berlangsung hingga bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan. Situasi ini pun memicu sorotan terhadap manajemen dan kepemimpinan sekolah, terutama karena kepala sekolah disebut telah menjabat cukup lama.


Ironisnya, saat awak media berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan resmi, kepala sekolah justru memblokir nomor wartawan. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi terkait kondisi WC yang telah rusak selama kurang lebih 10 tahun tersebut.

Sikap tersebut semakin menimbulkan pertanyaan publik mengenai pengelolaan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut. Masyarakat dan orang tua murid kini mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan serta pihak Yayasan Misbahul Aulad selaku pengelola sekolah untuk segera turun tangan melakukan evaluasi dan memastikan kelayakan fasilitas pendidikan di SMP Islam Samargalila 2.

Mereka berharap persoalan ini tidak lagi dibiarkan berlarut-larut, karena fasilitas sanitasi yang layak merupakan hak dasar bagi siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan proses pendidikan yang sehat dan bermartabat.




Redaksi: Iswan