Informasi terbaru, Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sertu Ikhwan gugur.
Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon.
Ketiganya merupakan pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Praka Farizal yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL gugur akibat adanya serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan, Ahad atau Minggu (29/3/2026).
Selain Praka Farizal, ada tiga prajurit yang mengalami luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Sementara, Kapten Inf Zulmi Aditya sekaligus lulusan Akmil 2015 dan berasal dari Sat Grup 2 Kopassus, bersama Sertu Ikhwan dilaporkan gugur saat misi pengawalan di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Insiden ini terjadi ketika Task Force Bravo (TFB) INDOBATT melaksanakan tugas pengawalan (escort) terhadap satuan CSSU (Combat Support Service Unit) milik Spanyol dari sektor 7-2 menuju 7-1.
Misi tersebut juga membawa logistik serta pengantaran kotak jenazah.
Dalam operasi itu, TFB mengerahkan dua kendaraan) untuk mengawal enam kendaraan dalam satu rangkaian konvoi.
Namun, saat melintas di wilayah Bani Hayyan dan hendak berbelok, tiba-tiba terjadi ledakan yang menghantam kendaraan pertama.
Ledakan tersebut menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan parah.
Hingga kini, penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan.
Akibat kejadian itu, dua prajurit dilaporkan gugur, yakni Kapten Infanteri Zulmi yang menjabat sebagai Komandan Kompi B, serta Sersan Satu Ikhwan.
Keduanya tidak sempat dievakuasi oleh tim belakang karena tingginya intensitas serangan di lokasi kejadian.(*)
.png)