Kakanwil Kemenag Malut, Amar Manaf, mengatakan pada Jumat. (13/3/2026), pemerintah bersama Nahdlatul Ulama (NU) akan melakukan penentuan awal Syawal setelah pelaksanaan rukyatul hilal.
Menurutnya, berdasarkan perhitungan awal, posisi hilal pada 19 Maret 2026 diperkirakan masih berada di minus 2 derajat. Itu berarti pada posisi tanggal 20 Maret itu dipastikan bulan belum bisa dilihat. Tetapi pada posisi tanggal 19 Maret pemerintah secara nasional akan melaksanakan rukyatul hilal untuk melihat hilal.
Setelah proses rukyatul hilal dilakukan, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan secara resmi 1 Syawal 1447 Hijriah," Ujar Amar
Amar menyebut, pada Idul Fitri tahun 2026 kemungkinan terdapat perbedaan penetapan hari raya antara pemerintah dan Muhammadiyah. Namun menurutnya, perbedaan tersebut merupakan hal yang lumrah dan tidak perlu dipersoalkan. Perbedaan itu adalah hal yang biasa terjadi. Yang terpenting kita tetap mengedepankan sikap saling menghargai atas segala perbedaan tersebut. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Utara agar tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan baik hingga selesai," himbunya
Mari kita tetap fokus menjalankan ibadah puasa Ramadan sampai selesai dengan penuh khusyuk.
.png)