Masyarakat HALBAR menyatakan saat ini, danau Talaga Rano menghadapi ancaman serius. Rencana eksploitasi energi panas bumi oleh PT Ormat Geothermal Indonesia di kawasan tersebut memunculkan kekhawatiran berbagai pihak. Aktivitas industri berskala besar di wilayah yang rentan secara ekologis dikhawatirkan dapat membawa dampak lingkungan yang signifikan. Sumber dikutip melalui akun FB Semahabar KoTer pada Sabtu, (7/3/2026).
"Dan kalangan masyarakat Halmaherah Barat, menilai, proyek panas bumi berpotensi memicu berbagai risiko, mulai dari kerusakan ekosistem, terganggunya sumber air masyarakat, menyusutnya ruang hidup warga, hingga ancaman terhadap keanekaragaman hayati yang selama ini terjaga di kawasan danau Talaga Rano, ujar masyarakat
Pertanyaan yang kemudian muncul dari masyarakat adalah apakah pembangunan harus selalu mengorbankan kelestarian alam dan masa depan masyarakat yang hidup di sekitarnya?
Pada prinsipnya, masyarakat Halmaherah Barat, tidak menolak pembangunan maupun pengembangan energi. Namun pembangunan yang dilakukan harus mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, serta keberpihakan pada keselamatan lingkungan dan masyarakat lokal.
Danau Talaga Rano bukanlah ruang kosong yang bebas dieksploitasi. Bagi masyarakat sekitar, danau tersebut adalah rumah sekaligus bagian penting dari kehidupan mereka.
"Jika kerusakan terjadi dan tidak ada langkah pencegahan sejak dini, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya akan mendengar kisah tentang Talaga Rano sebagai danau yang pernah ada," tegas masyarakat
Karena itu, berbagai pihak mengajak masyarakat untuk mulai bersuara dan bersama-sama menjaga kawasan ini. Upaya penyelamatan Talaga Rano dinilai penting dilakukan sejak sekarang sebelum kerusakan lingkungan terjadi dan tidak dapat diperbaiki lagi.
.png)