Ternate, Wartarepublik.com - Aliansi Mahasiswa Maluku Utara sukses menggelar dialog publik dengan tema; Pendidikan, Kesehatan, Catatan Solutif & Evaluasi Tata Kelola MBG Untuk Indonesia Emas 2045 yang berlangsung pada 26/03/2026 Dialog yang di laksanakan di Ruangan Senat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.
Dihadiri oleh puluhan Mahasiswa sebagai peserta dan sejumlah tokoh Muhammadiyah Sebagai Pemateri seperti Suryani Mansyur, SKM.,M.Kes., Akademisi/Dosen Gizi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Yogi Syaputra Alidrus Koordinator Presidium Nasional BEM PTMA INDONESIA serta Dekan FAPERTA Dr. Munawir Muhammad, SP., M. Agr. yang mewakili REKTOR Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dalam membuka acara sekaligus pemateri.
Dalam dialog publik tersebut Yogi Syahputra Alidrus Koordinator Presidium Nasional BEM PTMAI menyampaikan pandangan tentang MBG adalah program strategis presiden yang nyata dan dirasakan oleh masyarakat akar rumput dan masalah gizi serta pangan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang dirasakan oleh masyarakat baik petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang ada di Maluku Utara dia juga menegaskan bahwa program MBG bukan hanya soal makanan gratis tetapi proyek jangka panjang yang harus di evaluasi oleh pemerintah bukan di berhentikan. Apalagi bicara soal tata kelola, perlu banyak dievaluasi seperti produknya, kualitas makananya, legalitas SPPG di berbagai daerah, pengawan di berbagai sektor dan lain sebagainya
Pada kesempatan itu juga Faisal Kayoa selaku Ketua Koordinator Komisariat IMM UMMU menyampaikan keresahannya dengan tata kelola MBG yang sampai sejauh ini berlangsung masih saja sering terjadi keracunan pada pelajar yang mengkonsumsi.
"Kita tahu bersama Program ini (MBG) merupakan prioritas pemerintah, tapi kenapa sampai sejauh ini masih saja terdengar berita adik-adik kita para pelajar sering mengalami keracunan. Padahal dengan program ini diluncurkan pemerintahan Prabowo-Gibran adalah dengan cita-cita memenuhi gizi anak bangsa sampai anggaran pendidikan kita pun sebagian di alokasikan untuk MBG. Apa yang terjadi dengan tata kelolanya sampai bisa terjadi hal demikian, ini harus di evaluasi oleh pemerintah" Tegasnya
Harapan kita menerapkan standar wajib kepatuhan terhadap HACP, fleksibilitas menu lokal, pengawasan kemitraan, edukasi gizi berkelanjutan, libatkan pihak Puskesmas, TPG, sekolah dan Masyarakat pada umumnya, tranparansi anggaran MBG dengan percepatan pengelolaan data digital yang bisa di akses Dengan cepat.
MBG, program strategis yang perlu di perbaiki bukan di hentikan. Yang di bangun atas fondasi sistem keamanan pangan yang kokoh di awasi secara ketat oleh satuan elemen pemerintah dan masyarakat. Dengan begitu maka tujuan untuk mencapai generasi Indonesia emas 2045 kedepan.
Reporter : ul
.png)