HALSEL, Wartarepublik.com – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Halmahera Selatan, melontarkan kritik keras terhadap kondisi SDN 86 Desa Marituso yang dinilai sudah berada pada level darurat pendidikan.
Ketua Cabang IMM Halsel, Fadila Syahril, menegaskan Pemerintah Daerah tidak boleh lagi menutup mata terhadap persoalan yang terus berlarut-larut, mulai dari tidak aktifnya kepala sekolah hingga lumpuhnya proses belajar mengajar. Senin, (30/03/2026)
Ini bukan lagi persoalan biasa, ini darurat pendidikan. Anak-anak dibiarkan tanpa kepastian belajar, sementara pihak yang bertanggung jawab tidak menjalankan tugasnya.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan kegagalan serius dalam pengelolaan pendidikan di daerah. Tidak adanya guru aktif, baik PNS, PPPK, maupun tidak dimaksimalkannya tenaga honorer, membuat siswa kehilangan hak dasar mereka sebagai peserta didik," tegasnya
Ia juga menyoroti aksi boikot masyarakat sebagai bentuk kemarahan yang sudah memuncak akibat kondisi yang terus diabaikan.
Ketika masyarakat sampai memboikot sekolah, itu tandanya kepercayaan sudah runtuh. Ini alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera bertindak.
Fadila menambahkan bahwa situasi ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menjamin hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu.
Menjelang pelaksanaan ujian, ia mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan konkret, mulai dari evaluasi kepala sekolah hingga penempatan tenaga pendidik yang aktif," desak Fadila
Jangan biarkan anak-anak terus menjadi korban. Segera ambil tindakan tegas dan selamatkan pendidikan di Marituso. **(Tim/Red)
.png)