BIM MALUT Geruduk MABES POLRI, Desak Copot KAPOLDA Muluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si -->

Header Menu

BIM MALUT Geruduk MABES POLRI, Desak Copot KAPOLDA Muluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si

Admin Global
Wednesday, 15 April 2026

Jakarta, Wartarepublik.com – Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM-MALUT) akan menggelar aksi demonstrasi di Mabes Polri, Kamis (16/4/2026), sebagai bentuk perlawanan terhadap pembiaran praktik tambang ilegal yang kian merajalela di Maluku Utara.

Gelombang protes ini bukan tanpa alasan. Di wilayah seperti Kusubibi, Pulau Obi, hingga Halmahera Selatan, aktivitas tambang ilegal disebut masih berjalan nyaris tanpa hambatan. Situasi ini memantik kemarahan publik karena dinilai mencerminkan kegagalan serius aparat penegak hukum dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Faldi, menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi melihat adanya ketegasan dari Kepolisian Daerah Maluku Utara dalam menertibkan praktik ilegal tersebut. Bahkan, ia menyebut ada indikasi pembiaran sistematis yang tidak bisa terus didiamkan.

“Ini bukan lagi sekadar kelalaian, ini sudah masuk pada titik pembiaran. Ketika tambang ilegal terus beroperasi tanpa tindakan tegas, publik berhak mempertanyakan di mana negara dan aparat penegak hukum,” tegas Faldi.

BIM-MALUT secara terbuka mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja Polda Maluku Utara. 

Mereka juga menuntut pencopotan Kapolda Maluku Utara sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan menghentikan praktik tambang ilegal yang merusak lingkungan dan merampas hak masyarakat.

Tak hanya itu, BIM-MALUT juga mendorong pengusutan menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas ilegal tersebut. Penegakan hukum, menurut mereka, tidak boleh tebang pilih dan harus dijalankan secara transparan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Jika hukum terus tumpul ke atas dan tajam ke bawah, maka kepercayaan publik akan runtuh. Kami datang ke Mabes Polri untuk menagih keberanian institusi dalam membersihkan dirinya sendiri,” lanjut Faldi.

Aksi ini akan diikuti oleh mahasiswa dan pemuda asal Maluku Utara di Jakarta dan sekitarnya. Dengan membawa tuntutan tegas, BIM-MALUT menyatakan tidak akan mundur sampai ada langkah nyata dari Mabes Polri untuk menghentikan praktik tambang ilegal dan menindak siapa pun yang terlibat tanpa kompromi. **(ul/red).