Ternate, Wartarepublik.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Cipayung Plus Maluku Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak pada Minggu, 5/4/26.
Penyaluran bantuan ini menjadi wujud nyata solidaritas dan tanggung jawab sosial organisasi kepemudaan dalam merespons bencana alam yang terjadi, sekaligus mempertegas peran aktif mahasiswa dan pemuda di tengah masyarakat.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa 175 karung beras ukuran 5 kilogram dan 65 dus mie instan, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat terdampak gempa di Pulau Batang Dua.
Koordinator Wilayah XV GMKI Maluku Utara, Jufri Bayar, menegaskan bahwa langkah yang dilakukan oleh Cipayung Plus Maluku Utara tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga strategis dalam memperkuat solidaritas sosial, khususnya di Maluku Utara dan Kota Ternate.
“Dalam perspektif organisasi kemahasiswaan, tindakan ini menunjukkan bahwa peran organisasi kepemudaan tidak boleh berhenti pada sekadar wacana, melainkan harus hadir secara konkret di tengah masyarakat yang membutuhkan. Apalagi ini menyangkut bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan datangnya,” ujar Jufri.
Ia juga menambahkan bahwa gerakan seperti ini perlu dijadikan sebagai model kolaborasi berkelanjutan, karena penguatan modal sosial dan ketahanan masyarakat hanya dapat terwujud melalui kerja kolektif, gotong royong yang terorganisir dan berkesinambungan.
“Oleh karena itu, seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat sipil, maupun organisasi kepemudaan harus mengambil peran aktif dan tidak bersikap pasif dalam merespons persoalan kemanusiaan,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Ketua PKC PMII Maluku Utara, Fajar, berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Pulau Batang Dua yang terdampak gempa.
“Bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moril pemerintah bersama OKP Cipayung Maluku Utara untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Wilayah KAMI Maluku Utara, Faisal Tolado, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan dari Cipayung Plus Maluku Utara.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban yang dirasakan oleh masyarakat Batang Dua. Ini adalah bentuk perhatian kemanusiaan kami untuk terus hadir membantu masyarakat yang terkena bencana,” ujarnya.
Ketua DPD IMM Maluku Utara, M. Taufan Baba, menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan seperti ini harus terus diperkuat sebagai bagian of tanggung jawab moral organisasi mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa IMM akan selalu hadir dalam setiap persoalan kemanusiaan sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.
“Solidaritas sosial harus menjadi fondasi utama dalam merespons setiap krisis kemanusiaan. IMM berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat, khususnya dalam situasi bencana seperti ini,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Wilayah LMND Maluku Utara, Sahrul M. Manan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi dalam penanganan bencana. Ia menilai bahwa kerja-kerja kemanusiaan harus dilakukan secara terorganisir dan berkelanjutan agar dampaknya lebih luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga dan diperkuat, karena hanya dengan kerja bersama kita bisa membangun ketahanan sosial masyarakat yang lebih kuat,” ujarnya.
Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa semangat gotong royong dan persatuan di Maluku Utara tetap terjaga di tengah situasi bencana. (Tim/Red)
.png)