IPMADO Nabire Gelar Aksi Mimbar Bebas, Soroti Insiden Dogiyai Berdarah -->

Header Menu

IPMADO Nabire Gelar Aksi Mimbar Bebas, Soroti Insiden Dogiyai Berdarah

Admin Global
Tuesday, 21 April 2026

PAPUA, Wartarepublik.com - Papua Tengah, Nabire, Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) se-Kota Studi Nabire menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang, Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu (18/04/2026). Aksi ini mengangkat tema “Insiden Dogiyai Berdarah 31 Maret–2 April 2026”.

Aksi yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIT tersebut diikuti oleh pelajar, mahasiswa asal Dogiyai, serta solidaritas mahasiswa Papua Tengah. Kegiatan berlangsung secara damai dengan penyampaian orasi dari sejumlah perwakilan massa aksi.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan: Fredison Adii manyatakan massa menyoroti situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai pasca insiden berdarah yang terjadi pada akhir Maret hingga awal April 2026. Mereka menilai kondisi di daerah tersebut belum kondusif dan menyebut kehadiran aparat keamanan justru menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat sipil.

Perwakilan massa aksi juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:

1. Menuntut keadilan bagi korban peristiwa Dogiyai.

2. Mendesak perlindungan terhadap warga sipil dari segala bentuk kekerasan.

3. Menuntut pertanggungjawaban pihak terkait atas insiden yang terjadi.

Berdasarkan pernyataan sikap yang dibacakan, IPMADO menilai insiden yang terjadi pada 31 Maret hingga 2 April 2026 diduga mengakibatkan lima warga sipil meninggal dunia serta sejumlah lainnya mengalami luka-luka," ujarnya.

Mereka juga menyoroti dugaan tindakan aparat yang dinilai melanggar hak asasi manusia, seperti penggunaan senjata api terhadap warga sipil dan operasi penyisiran yang menyebabkan ketakutan hingga memicu pengungsian warga.

Dalam kronologi awal yang disampaikan, oleh koordinator masa aksi bahwa terkait insiden disebut bermula dari tewasnya seorang anggota kepolisian oleh pihak tak dikenal, yang kemudian diikuti dengan operasi keamanan di wilayah tersebut.

“Aparat negara seharusnya hadir untuk melindungi masyarakat, bukan memperluas lingkaran kekerasan,” demikian salah satu pernyataan dalam orasi," kata koordinator.

Sebagai bentuk sikap resmi, IPMADO Nabire menyampaikan beberapa poin tuntutan:

1. Mendesak Polda Papua Tengah segera mengungkap pelaku pembunuhan anggota polisi di Edowai

2. Meminta penarikan aparat TNI/Polri non-organik dari Kabupaten Dogiyai

3. Mendorong pembentukan tim pencari fakta independen dan transparan oleh pemerintah dan aparat terkait

4. Mendorong peningkatan kualitas sumber daya aparat kepolisian

5. Mengancam akan melakukan mobilisasi massa lebih besar jika tuntutan tidak ditindaklanjuti

Aksi ditutup dengan penegasan komitmen IPMADO untuk terus mengawal kasus tersebut hingga ada kejelasan hukum dan perlindungan bagi masyarakat sipil," pungkasnya

Penanggung Jawab: Barnabas Agapa
Koordinator Lapangan: Fredison Adii