MEDAN, wartarepublik.com - Kementerian Ketenagakerjaaan RI menyebutkan kecelakaan kerja di daerah Sumut cukup tinggi, Hal itu dikatakan Staf Khusus Menaker RI Indra SH, MH, pada pembukaan acara Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada serikat pekerja/serikat buruh di Hotel le Polonia Medan, pada Selasa (21/04/2026).
Lebih lanjut Indra mengatakan peristiwa kecelakan kerja di Indonesia pada umumnya masih tinggi termasuk di daerah Sumut. Oleh karena itu perlu kolaborasi dengan serikat pekerja dan serikat buruh adanya kesadaran dalam penerapan K3 guna mengurangi kecelakaan kerja di perusahaan- perusahaan.
”Ya di Sumut cukup tinggi tingkat kecelakaan kerja” ungkap Indra. "Oleh karenanya, Sumut didorong untuk melakukan kerjasama dan kolaborasi termasuk dengan stek holder Disnaker, pengusaha, serikat pekerja serikat / buruh karena hal ini tidak bisa dilakukan oleh Disnaker tetapi memerlukan kerjasama semua pihak, "Tujuannya K3 biar lebih di optimalkan,” ujar Indra.
Sosialisasi K3 pada serikat pekerja serikat/ buruh dengan tema “Penguatan Peran serikat pekerja/serikat buruh Dalam Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)”
Hadir juga Direktur Bina Kelembagaan Tenaga Kerja Kemenaker Muzakir, Serikat Pekerja/Serikat Buruh serta, narasumber lainnya.
- Rinaidi Umar , S.H , M.H Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan.
- Ambi Pradiptah , S.KM , M.K.K.K.
- Bapak Arnes Brando , S.T
serta Pengawas Ketenagakerjaan RI di Wakili Ibu dari Menaker RI.
Dari Serikat Pekerja / Buruh kota Medan di hadiri 12 Serikat Pekerja / Buruh.
Dalam sesi Diskusi dari Anggota Perhimpunan Pekerja Indonesia ( PPI ) Rita Ramadani menyampaikan keluh kesah nya tentang dulunya ia kerja di Perusahaan dengan Upah yang tidak mencukupi dan peraturan perusahaan yang sepihak ungkapnya di depan forum.
Ada juga Pekerja perempuan dari Serikat Pekerja / Buruh menceritakan tentang pekerja perempuan yang di pekerjakan dengan sistem PKWT atau istilah kerennya Kontak, Namun Kontrak ini setiap 6 ( enam ) bulan sekali tanda tangan kontrak serta dengan upah murah, "begitu dekat dengan Hari Raya maka pekerja itu dirumahkan agar tidak dapat THR" ,ungkapnya.
Terpisah, Awaluddin Pane selaku Anggota Perhimpunan Pekerja Indonesia ( PPI ) yang juga Ketua DPW SB.Karisma menyikapi tentang K3 di Sumut memang sedang tidak baik-baik saja, "Hal ini kita lihat dan kita baca di Media online yang mana Serikat Pekerja/Buruh mendemo Kantor-kantor Pemerintah, terkait adanya Pekerja yang meninggal dunia namun hak-hak nya tidak diberikan, "begitu di demo baru lah mendapatkan perhatian dan pembayaran atas hak-hak nya tersebut dan lainnya " ujar Awaluddin.
Ia juga menambahkan bertepatan dengan Hari Kartini Selasa 21 April ini, ada pekerja perempuan yang bekerja dengan sistem kerja kontrak atau (PKWT) yang tak tentu arah serta upah murah, Mereka meminta agar Pemerintah dapat menjadikan pekerja perempuan Indonesia bebas dari pekerja kontrak serta upah murah, di hari Kartini ini sebagai kado dari pemerintah, "terimakasih kepada Menaker RI Prof Yassierli dan DPR RI atas disahkan nya Undang - Undang PPRT" , pungkas Awaluddin. (Ril/Tim)
.png)