PLN Mandioli Disorot: Pelayanan Tak Maksimal, Warga Merasa Dianaktirikan -->

Header Menu

PLN Mandioli Disorot: Pelayanan Tak Maksimal, Warga Merasa Dianaktirikan

Admin Global
Monday, 20 April 2026

HALSEL, Wartarepublik.com - Sudah menjadi kewajiban Keluhan warga atas layanan PLN di Mandioli khususnya di wilayah Mandioli Utara, kabupaten Halmahera Selatan, kini menjadi sorotan warga dikarenakan ketidak adilan listri karena hal ini mencerminkan adanya ketidakstabilan pasokan listrik yang terus berlarut-larut sampai saat ini. 

Ada poin-poin penting yang perlu kami sampaikan Warga masyarakat Mandioli utara:

Sahib Munawar S.Pd,I.M.,Pd mengungkapkan Warga sering menerima alasan bahwa mesin sedang diperbaiki, dan jaringan terganggu (pernah dilaporkan karena tiang tumbang), atau defisit daya hal ini sudah terjadi bertahun tahun, jika ada cuaca hujan dan angin kencang hal ini kami maklumi. 

Yang menjadi keresahan warga atas Pelayanan listrik yang tidak stabil ini dilaporkan paling parah di Mandioli Utara, sementara wilayah Selatan cenderung normal pada malam hari dengan alasan giliran dan ironinya Kondisi lampu menyala pada siang hari dan padam di malam hari di Mandioli utara yang dirasakan warga seringkali dikaitkan dengan sistem perbaikan mesin atau "giliran" beban. Hal ini sangat dikeluhkan karena aktivitas malam hari terganggu, sementara energi terbuang saat siang" Maka ada yang kami sampaikan bahwa jika alasan pemadaman pada malam hari karena perbaikan mesin atau giliran beban "maka pembayarannya juga harus demikian ( maksudnya giliran) 

"Keluhan ini dinilai sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan signifikan dari ULP PLN. Warga Mandioli Utara merasa dianaktirikan karena pemadaman sering terjadi mendadak tanpa informasi/edaran," ucap Sahib.

Pemadaman menyebabkan kerusakan alat elektronik, menghambat usaha kecil, dan mengganggu kenyamanan warga.

Warga masyarakat Mandioli utara merasa tidak adil karena tagihan listrik tetap dibayar penuh (normal) meskipun layanan yang diterima tidak maksimal dan sering padam. 

Lanjutnya, Sahib menjelaskan hal ini juga disoroti oleh pemerintah Daerah provinsi Maluku Utara yakni Gubernur Sherly Tjoanda dan wagub Sarbin Sehe malut di Media Post Malut, mengakui bahwa: Pasokan listrik di Mandioli masih menghadapi kendala serupa dengan di Pulau Obi, yakni defisit daya. Kalau di Obi mungkin ada solusi dengan membeli pasokan listrik dari PLT milik Harita. Sementara untuk Pulau Mandioli, saat ini masih menggunakan sistem sewa alat. 

Ia membandingkan antara kondisi PLN Mandioli dan PLN Pulau Obi " Ada hal yang ingin kami kritisi terhadap pernyataan Ibu Gubernur dan Wagub bahwa: 

"Situasi PLN di pulau Obi yaitu " warga bergantung pada listrik dari PT Harita Nickel, mencerminkan peralihan fungsi "negara melayani" menjadi "perusahaan menguasai" Listrik yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara (PLN) disubstitusi oleh pembangkit listrik tenaga batubara milik perusahaan. Hal ini menciptakan ketergantungan warga terhadap korporasi," tambahnya

Ketika produksi nikel (kapital) lebih diprioritaskan daripada penyediaan listrik yang stabil untuk warga, terjadi komodifikasi kebutuhan dasar. Listrik bukan lagi hak sosial, melainkan komoditas yang bergantung pada efisiensi tambang. 

Lebih jahunya, bahwa PLN Mandioli memiliki Sistem sewa alat yang digunakan oleh PLN di Pulau Mandioli menunjukkan kelemahan struktural dalam pelayanan publik.

Ini menunjukkan kurangnya investasi negara dalam pembangunan infrastruktur dasar secara permanen.

"PLN harus membangun infrastruktur sendiri (permanen) di Mandioli dan tidak sewa alat, agar energi tidak diperjualbelikan oleh pihak ketiga," lanjut Sahib

Kami ingin sampaikan bahwa Ibu Gubernur dan Wagub Sarbin Sehe selaku putra Mandioli jangan banyak ngomong harus buktikan dengan nyata tanpa basa basi, janj'i jalan lingkar Mandioli saja belum juga mulai apa lagi dalam hal yang kecil ini yakni mengatasi kestabilan lampu PLN. 

Maka dengan tegas Warga disarankan untuk melapor secara resmi melalui aplikasi PLN dan atau mendesak langsung ke kepala PLN kabupaten hal-Sel dan Pihak DPRD Halmahera Selatan untuk melakukan evaluasi kinerja terhadap pelayanan PLN setempat yakni PLN Mandioli dan bila perlu copot dari jabatan sebagai kepala PLN Mandioli," desakhya