
Pasaman Barat | wartarepublik.com – Kasus dugaan penganiayaan dan pengerusakan yang mengarah pada percobaan pembunuhan terhadap Ahmad Hosen kini memasuki tahap krusial, yakni penetapan tersangka oleh aparat penegak hukum.
Ketua Satgas FRIC, Fahmi, secara tegas meminta jajaran kepolisian, mulai dari Kapolda Sumatera Barat hingga Kapolres Pasaman Barat, untuk segera mengambil langkah tegas dalam perkara tersebut.
“Saya sudah meminta Kapolda Sumbar dan Dirkrimum Polda Sumbar c.q Kapolres Pasaman Barat untuk tegas dalam penetapan tersangka kepada Marwan Hakim,” ujar Fahmi.
Ia menekankan bahwa langkah penegakan hukum yang tegas dan transparan sangat penting guna menjaga marwah institusi Polri di mata masyarakat. Menurutnya, tidak boleh ada perlakuan berbeda dalam penanganan kasus hukum, siapa pun yang terlibat.
“Demi menjaga marwah Polri dan penegakan hukum tanpa pandang bulu, sudah seharusnya Marwan Hakim ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh kepolisian Pasaman Barat. Hal ini akan membuktikan bahwa Polri tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum,” tegasnya.
Fahmi juga menegaskan prinsip kesetaraan di hadapan hukum harus benar-benar diterapkan dalam kasus ini.
“Tidak ada istilah si miskin atau si kaya, tidak ada diskriminasi antara pemangku kekuasaan dengan rakyat. Di mata hukum, semua sama,” tambahnya.
Sementara itu, pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolres Pasaman Barat, Kapolda Sumatera Barat, hingga Dirkrimum Polda Sumbar. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan terkait perkembangan kasus tersebut.
Reporter: Fahmi Hendri & Red
Editor: Zulkarnain Idrus
.png)