Bupati Halsel hanya Butuh Kepentingan Suara Saat Pemilihan: Krisis Air Puluhan Tahun di Dowora, Warga Berharap Gubernur Malut Sherly Tjoanda Turun Tangan -->

Header Menu

Bupati Halsel hanya Butuh Kepentingan Suara Saat Pemilihan: Krisis Air Puluhan Tahun di Dowora, Warga Berharap Gubernur Malut Sherly Tjoanda Turun Tangan

Admin Global
Tuesday, 19 May 2026

HALSEL, Wartarepublik.com – Warga Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menyuarakan keluhan krisis air bersih yang mereka alami selama puluhan tahun. Hingga masyarakat masih bergantung penuh pada air hujan untuk kebutuhan minum, memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Di musim kemarau, perjuangan warga semakin berat. Puluhan drum dan jeriken berjejer di permukiman menjadi pemandangan sehari-hari. Ketika hujan tak kunjung turun, warga harus mencari sumber air sejauh mungkin demi bertahan hidup.

“Kami sudah hidup sudah puluhan tahun. Saat musim hujan masih tertolong, tapi kalau kemarau kami benar-benar kesulitan. Air bersih itu kebutuhan dasar, tapi bagi kami rasanya seperti barang mewah,” ujar warga Desa Dowora. Pada Selasa, (19/5/2026)

Kekecewaan warga semakin dalam karena suara mereka dinilai tidak pernah direspons oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Padahal, pada Pilkada 2024 lalu, masyarakat Dowora memberikan dukungan penuh kepada pasangan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin dengan harapan ada perubahan nyata hingga ke pelosok desa.

“Warga berharap Bupati dan Wakil Bupati bisa melihat langsung kondisi ini. Jangan hanya fokus pada pembangunan di ibu kota kabupaten dan agenda seremonial. Kami juga butuh perhatian untuk kebutuhan dasar,” tegas salah satu pemuda asli Desa Dowora.

Karena tak kunjung mendapat respons, warga kini mencoba menggantungkan harapan kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Mereka meminta pemimpin provinsi untuk mendengar langsung penderitaan masyarakat pesisir di pulau-pulau terpencil.

“Sebagai orang Bajo, kami berharap Pak Wakil Bupati Helmi yang juga berasal dari suku Bajo bisa lebih peka. Tapi jika pemerintah kabupaten tetap diam, maka kami minta harapan langsung kepada Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe turun tangan. Kami berharap agar Pemerintah Provinsi Malut bisa mengusulkan persoalan air bersih di Dowora ini ke Pemerintah Pusat,” katanya.

Warga menilai krisis air bersih bukan lagi persoalan lokal, tetapi sudah menjadi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan intervensi lintas tingkat pemerintahan. Mereka berharap, di era kepemimpinan Sherly-Sarbin, suara masyarakat di bagain Halmahera Selatan akhirnya didengar.




Reporter : ul