Dosen PNUP Makassar Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Tiga Mahasiswi, Kampus Ambil Tindakan Tegas -->

Header Menu

Dosen PNUP Makassar Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Tiga Mahasiswi, Kampus Ambil Tindakan Tegas

Admin Global
Tuesday, 12 May 2026

Foto: Ilustrasi


Wartarepublik.com, Makasar - Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) Makassar mengambil tindakan tegas terhadap seorang dosen Jurusan Akuntansi berinisial IS setelah terbukti melakukan dugaan kekerasan seksual terhadap tiga mahasiswi. Selasa, (12/5/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) PNUP menyelesaikan pemeriksaan dan investigasi internal terkait laporan para korban.

Kasus ini mulai terungkap setelah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNUP menerima informasi dari salah satu organisasi kemahasiswaan terkait adanya mahasiswi yang diduga menjadi korban perlakuan tidak senonoh.

"Presiden BEM PNUP, Hendra Saputra, mengatakan pihaknya kemudian melakukan penelusuran secara tertutup guna memastikan kebenaran informasi tersebut," ucap Hendra.

Menurut Hendra, awalnya para korban enggan melapor lantaran takut identitas mereka terbongkar. Namun setelah mendapat jaminan perlindungan dari BEM, tiga mahasiswi akhirnya bersedia memberikan keterangan.

Peristiwa itu disebut terjadi saat korban mengikuti ujian perbaikan mata kuliah. Para mahasiswi dijadwalkan datang pada jam berbeda, namun karena merasa khawatir mereka sepakat hadir bersamaan.

Saat ujian berlangsung, korban dipisahkan ke ruangan berbeda dengan alasan agar tidak saling menyontek. Di situlah terduga pelaku diduga mulai menjalankan aksinya dengan mendekati korban secara fisik," katanya.

Korban mengaku dosen tersebut berusaha merangkul, menarik tubuh korban lebih dekat, hingga menyentuh bagian tubuh yang membuat korban merasa tidak nyaman.

Bahkan salah satu korban menyebut, ini mulai terungkap setelah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNUP menerima informasi dari salah satu organisasi kemahasiswaan terkait adanya mahasiswi yang diduga menjadi korban perlakuan tidak senonoh," pungkasnya.

Presiden BEM PNUP, Hendra Saputra, mengatakan pihaknya kemudian melakukan penelusuran secara tertutup guna memastikan kebenaran informasi tersebut.** (Tim)