Wartarepublik.com || Nias Barat, Sumut --
Pasca kunjungan Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu ke Kepulauan Hinako pada 1–3 Mei 2026 dalam rangka melihat langsung potensi daerah dan berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah kepulauan, Pemerintah Kabupaten Nias Barat mulai menindaklanjuti sejumlah program prioritas yang direncanakan dilaksanakan tahun ini.
Pada Rabu, 13 Mei 2026, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Nias Barat, Eka Lomboe bersama Direktur Utama BUMD Nias Barat, Tolosokhi Halawa melakukan ekspedisi lanjutan ke Kepulauan Hinako untuk meninjau langsung sejumlah lokasi pengembangan program ekonomi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan survei lapangan sekaligus pengambilan sampel air laut untuk dilakukan uji laboratorium sebagai bagian dari rencana pengembangan pertanian garam rakyat di Kepulauan Hinako. Selain itu, tim juga meninjau beberapa titik yang direncanakan menjadi lokasi budidaya perikanan melalui keramba apung jaring.
Plt. Kadis DKPPP Nias Barat, Eka Lomboe mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Nias Barat setelah melihat langsung kondisi dan potensi wilayah Kepulauan Hinako.
“Hari ini kita melakukan survei lapangan dan pengambilan sampel air laut untuk dilakukan pengujian laboratorium. Hal ini penting untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kualitas air laut sebagai dasar pengembangan pertanian garam rakyat di Kepulauan Hinako,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah ingin memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar berbasis pada potensi dan kajian teknis di lapangan.
“Kita ingin program yang dilaksanakan nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi wilayah dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di Kepulauan Hinako,” katanya.
Ia menambahkan, selain potensi pengembangan garam rakyat, wilayah Kepulauan Hinako juga dinilai sangat mendukung pengembangan budidaya ikan melalui sistem keramba apung jaring.
Sementara itu, Direktur Utama BUMD Nias Barat, Tolosokhi Halawa, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata di Kepulauan Hinako.
“Selain mendukung pengembangan garam rakyat dan keramba apung jaring, BUMD Nias Barat juga memantau homestay yang sudah dibangun Bumdes beberapa tahun sebelumnya, yang tampaknya terbengkalai di Pulau Simana, kalau memungkinkan untuk kerjasama BUMD dan BUMdes kedepan, maka kami kembangkan bersama-sama," ungkap Tolosokhi
Menurutnya, apabila memungkinkan homestay tersebut nantinya akan dikelola bersama BumDes dan BUMD sehingga mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi warga setempat dan menambah pendapatan asli desa dan daerah.
“Kepulauan Hinako memiliki potensi wisata yang luar biasa. Dengan adanya fasilitas pendukung seperti homestay, kita berharap kunjungan wisatawan dapat meningkat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutupnya.
𝐂.𝐀𝐆
.png)