Ternate, Wartarepublik.com — Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABIN) FKIP Universitas Khairun Ternate bersama mahasiswa mata kuliah Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia sukses melaksanakan kegiatan Pentas Seni “Sanggar & Bahasa” pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di Aula Banau FKIP Unkhair.
Di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin berorientasi pada akademik dan teknologi, ruang ekspresi seni di lingkungan kampus tetap memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut terlihat melalui kegiatan Pentas Seni “Sanggar & Bahasa” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABIN) FKIP Universitas Khairun Ternate.
Kegiatan yang mengusung tema “Pentas Senada, Satu Suara Wujudkan Pendidikan Berbudaya” ini bukan sekadar hiburan atau seremonial kampus semata. Lebih dari itu, pentas seni menjadi wadah mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas, membangun rasa percaya diri, sekaligus memperkuat nilai budaya dan kebersamaan di lingkungan akademik.
Berbagai penampilan seni ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan puisi berantai dari mahasiswa himabin. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun tamu undangan yang hadir.
Dalam laporan pertanggungjawaban kegiatan, panitia menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara telah terlaksana sesuai dengan tujuan dan perencanaan yang telah ditetapkan. Keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama panitia, dukungan mahasiswa, dosen pengampu mata kuliah, serta seluruh pihak yang turut berpartisipasi.
Selain menjadi media ekspresi seni, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat nilai budaya dan meningkatkan semangat kolaborasi antara organisasi mahasiswa dengan kegiatan akademik di lingkungan kampus," ujar ketua panitia dalam sambutannya.
Mahasiswa hari ini tidak hanya dituntut cerdas dalam teori, tetapi juga harus mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepekaan sosial. Melalui seni, mahasiswa belajar menyampaikan gagasan dengan cara yang lebih kreatif dan bermakna. Puisi, musik, drama, dan tari bukan hanya pertunjukan, melainkan media pendidikan karakter yang mengajarkan keberanian, disiplin, dan penghargaan terhadap budaya.
Lanjut, Panitia memaparkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kreativitas, dan penguatan solidaritas mahasiswa.
Selain itu, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa dunia kampus masih memiliki semangat menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi. Seni menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai perbedaan latar belakang mahasiswa dalam satu ruang ekspresi yang positif.
Pentas seni juga dapat menjadi bukti bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya hadir dalam kegiatan formal atau administratif, tetapi mampu menciptakan kegiatan yang produktif, edukatif, dan berdampak bagi pengembangan potensi mahasiswa," lanjutnya.
Karena itu, kegiatan seni dan budaya di kampus seharusnya mendapat dukungan penuh dari seluruh civitas akademika. Sebab, pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan mahasiswa yang pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki jiwa kreatif, berbudaya, dan mampu menghargai nilai kemanusiaan.
Melalui Pentas Seni “Sanggar dan Bahasa”, mahasiswa telah menunjukkan bahwa pendidikan dan budaya dapat berjalan beriringan dalam membangun generasi muda yang lebih aktif, kreatif, dan berkarakter.
.png)