MALUT, Wartarepublik.com – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) se-Maluku Utara resmi menggelar Sidang Majelis Wilayah pada 22–23 Mei 2026, bertempat di ruang sidang utama gedung gereja pusat Kota Sofifi. Acara berlangsung dua hari ini dihadiri seluruh unsur pimpinan, utusan sinode, pendeta, penatua, dan perwakilan jemaat dari berbagai denominasi gereja yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Maluku Utara .
Sidang dibuka secara resmi oleh Pimpinan Sidang Majelis PGIW se-Maluku Utara, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pertemuan ini sebagai wadah persekutuan, evaluasi pelayanan, dan penyusunan langkah strategis ke depan bagi seluruh gereja di provinsi ini.
“Kita berkumpul di sini bukan sekadar rapat rutin, melainkan untuk menguatkan ikatan persaudaraan, menyatukan hati dan pikiran, serta merumuskan cara terbaik agar gereja hadir nyata, relevan, dan menjadi berkat bagi masyarakat Maluku Utara yang kita cintai ini,” tegas Pimpinan Sidang dalam kata pengantar pembukaan, disambut tepuk tangan seluruh peserta," pungkasnya.
Selama dua hari berlangsung, sidang membahas agenda utama: laporan pertanggungjawaban pengurus wilayah periode berjalan, evaluasi program kerja, pembahasan isu-isu strategis di bidang pelayanan, sosial, pendidikan, serta peran gereja merespons dinamika kehidupan bermasyarakat dan bernegara di daerah ini .
Poin penting yang menjadi sorotan pimpinan adalah peran gereja dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, mendukung pembangunan daerah, serta hadir di tengah persoalan sosial yang menyentuh kehidupan warga, termasuk di wilayah-wilayah kecamatan dan desa.
“Gereja tidak boleh diam di menara gading. Di mana pun ada persoalan, ketidakadilan, atau kesulitan saudara kita, di situlah gereja harus hadir membawa damai, kebenaran, dan kasih. Itu panggilan dasar kita,” tambah Pimpinan Sidang saat memimpin diskusi sesi pleno.
Selain pembahasan kebijakan dan program, sidang juga menjadi momen pertukaran pengalaman pelayanan antar gereja, serta penguatan organisasi agar struktur dan kerja PGIW semakin efektif, terkoordinasi, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Para peserta terlihat antusias menyampaikan pandangan, masukan, dan harapan agar hasil sidang ini dapat segera diterapkan di masing-masing wilayah pelayanan. Suasana berjalan penuh hikmat, kekeluargaan, dan kebersamaan yang kental, mencerminkan semangat persekutuan yang utuh.
Menjelang penutupan, pimpinan sidang menegaskan kembali komitmen seluruh elemen PGIW se-Maluku Utara untuk terus bersatu, bekerja sama, dan melayani dengan setia demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Hasil keputusan dan rekomendasi Sidang Majelis PGIW se-Maluku Utara ini selanjutnya akan disusun dalam dokumen resmi dan disosialisasikan ke seluruh jajaran gereja di wilayah ini sebagai panduan pelayanan lima tahun ke depan .
Acara ditutup dengan ibadah penutup, doa bersama, dan pemberkatan, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang dinilai sangat strategis dan bermakna bagi keberlangsungan gereja di Maluku Utara. (*)
.png)