HALSEL, Wartarepublik.com – Suasana haru, penuh hikmat, dan rasa syukur menyelimuti acara syukuran purna bakti Bapak Drs. H. Anan Kader M.M, sosok yang dikenal luas sebagai pelopor pendidikan sekaligus teladan hidup bagi seluruh masyarakat di Desa Malapat Kecamatan Barat, Halmahera Selatan, dan sekitarnya. Acara yang digelar sebagai wujud penghormatan atas pengabdian panjangnya sebagai abdi negara dan tenaga pendidik ini berlangsung meriah, meski sempat terhalang guyuran hujan deras yang tak menyurutkan semangat hadirin maupun keluarga besar.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial perpisahan tugas, melainkan momen berharga untuk membangun tradisi mulia di tengah masyarakat: cara memuliakan jasa seorang guru, serta bentuk nyata apresiasi tertinggi terhadap pengabdian seorang abdi negara yang telah mendedikasikan sepanjang hidupnya demi kemajuan dunia pendidikan dan pembangunan karakter generasi muda.
Dalam sambutannya yang mewakili segenap warga Desa Malapat, perwakilan masyarakat menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi, perjuangan, dan ketulusan yang ditunjukkan Bapak Anan Kader selama puluhan tahun mengabdi.
“Atas nama seluruh masyarakat Malapat, kami sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih kepada Bapak Drs. H. Anan Kader M.M, dan juga teruntuk seluruh bapak/ibu guru serta elemen masyarakat yang senantiasa berjuang, berdedikasi, dan bekerja keras memajukan pendidikan dan kehidupan sosial di tempat ini. Beliau adalah pelopor, beliau adalah teladan, dan jejak langkah pengabdiannya akan selalu menjadi cahaya bagi kami semua,” ujar perwakilan masyarakat dengan suara bergetar penuh penghormatan.
Dikenal sebagai sosok yang rendah hati, berilmu, dan tegas, Bapak Anan Kader bukan hanya sekadar pendidik di dalam kelas. Ia adalah tokoh yang meletakkan pondasi pendidikan di daerah ini, menjadi rujukan, serta menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Segala ilmu, bimbingan, dan didikan yang telah ditanamkan menjadi warisan berharga yang tak ternilai harganya bagi kemajuan sumber daya manusia di Malapat.
Rangkaian acara syukuran berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan. Namun di tengah puncak acara, langit tiba-tiba berubah gelap dan menurunkan hujan deras disertai angin kencang. Meski demikian, hal itu sama sekali tidak mengurangi semangat dan antusiasme para tamu undangan, tokoh agama, tokoh pemuda, rekan sejawat, serta warga yang hadir. Semangat kebersamaan dan rasa hormat kepada sosok yang dihormati ini terbukti jauh lebih besar dibandingkan rintik air yang turun dari langit.
Hadirin pun tetap bertahan, beralih tempat seperlunya namun tetap melanjutkan acara dengan hikmat. Hal ini seolah menjadi simbol nyata: seperti halnya Bapak Anan yang tak pernah mundur dan tetap teguh mengabdi dalam segala situasi dan tantangan, masyarakat pun kini menunjukkan keteguhan hati untuk tetap menghormati dan mendampinginya di momen emas ini.
Dalam pesan perpisahannya, Drs. H. Anan Kader M.M menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf, serta berpesan agar semangat mencintai ilmu dan memajukan pendidikan harus terus dijaga dan diteruskan oleh generasi penerus.
“Masa pengabdian saya memang selesai secara tugas, namun kasih sayang dan perhatian saya untuk pendidikan dan masyarakat Malapat tidak akan pernah putus. Jadikanlah ilmu sebagai jalan kehidupan, dan teruslah menghargai jasa para guru, karena merekalah yang menyiapkan jalan bagi masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Acara syukuran ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Kini, meski telah memasuki masa purna bakti, nama dan jasa Drs. H. Anan Kader M.M akan terukir abadi dalam ingatan sejarah pendidikan daerah ini sebagai sosok pelopor yang luar biasa, teladan yang patut ditiru, dan abdi negara yang setia melayani hingga akhir masa tugas. (*)
.png)