Tidore Kepulauan, – Upaya meningkatkan daya saing destinasi wisata berbasis masyarakat terus mendapat perhatian berbagai pihak. Salah satunya ditunjukkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pokdarwis Akebay dalam Pengoperasian Drone untuk Promosi dan Dokumentasi Pariwisata yang digelar oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun di Desa Maitara, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan. Senin 15/06.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba, hadir sebagai narasumber utama dengan membawakan materi EcoEdu Sustainable Tourism atau konsep pariwisata berkelanjutan berbasis edukasi dan pelestarian lingkungan.
Nazlatan menegaskan bahwa kemajuan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga kelestarian alam, budaya, dan identitas daerah sebagai aset utama destinasi wisata.
“Pariwisata yang baik adalah pariwisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan dan nilai-nilai budaya yang dimiliki. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital, termasuk drone, harus menjadi sarana untuk memperkuat pesan-pesan konservasi dan edukasi kepada wisatawan,” ujar Nazlatan. Minggu 14 Juni.
CEO Widi Coastal tersebut menilai perkembangan teknologi saat ini membuka peluang besar bagi desa-desa wisata di Maluku Utara untuk mempromosikan potensi daerah secara lebih luas dan profesional. Menurutnya, konten visual berkualitas yang dihasilkan masyarakat dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun citra positif destinasi wisata di tingkat nasional maupun internasional.
Nazlatan juga mengapresiasi langkah FPIK Universitas Khairun yang menghadirkan pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat. Ia menyebut penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan menerbangkan drone atau membuat video yang menarik, tetapi bagaimana masyarakat mampu menjadi pelaku utama pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, mandiri, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut mendapat sambutan positif dari peserta Pokdarwis Akebay. Selain mendapatkan pemahaman tentang konsep pariwisata berkelanjutan, peserta juga memperoleh keterampilan teknis dalam pengoperasian drone, produksi konten digital, hingga strategi promosi wisata melalui berbagai platform media sosial.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat, Desa Maitara diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, serta inovasi teknologi dalam pengelolaannya.
"Pariwisata masa depan adalah pariwisata yang berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, menjaga lingkungan, dan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada dunia." Tutup Nazla Nazlatan.
Redaksi: Iswan
.png)