PROGRAM KETAHANAN PANGAN MASA DEPAN: DESA SOBOL GENJOT PENANAMAN JAGUNG UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT -->

Header Menu

PROGRAM KETAHANAN PANGAN MASA DEPAN: DESA SOBOL GENJOT PENANAMAN JAGUNG UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Admin Global
Thursday, 11 June 2026

Masyarakat Desa Sobol optimistis mampu menjadikan program ini sebagai fondasi kuat menuju desa yang mandiri pangan dan sejahtera/dok:istimewa


WartaRepublik.com: Banggai Sulawesi Tengah–(10/6/2026). Komitmen memperkuat ketahanan pangan terus digelorakan di tingkat desa. Pemerintah Desa Sobol, Kecamatan Mantoh, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. mengambil langkah konkret melalui pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dengan fokus pada penanaman jagung sebagai komoditas unggulan.

Program ini tidak hanya menjadi agenda pembangunan desa semata, tetapi juga merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam memanfaatkan potensi sumber daya yang ada. Keterlibatan warga dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan lahan hingga penanaman, menunjukkan semangat gotong royong yang masih kuat terjaga.

Kepala Desa Sobol menyampaikan bahwa jagung dipilih sebagai fokus utama karena memiliki nilai strategis yang tinggi. Selain sebagai bahan pangan pokok alternatif, jagung juga sangat dibutuhkan sebagai pakan ternak, sehingga memiliki peluang pasar yang luas dan berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana kita membangun kemandirian pangan desa. Jagung memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Lebih jauh, program ini diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat nyata bagi masyarakat. Di antaranya adalah meningkatkan ketahanan pangan desa, menjaga stabilitas ketersediaan bahan pangan, serta mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian. Tak kalah penting, program ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, khususnya para petani lokal, agar lebih mandiri dan berdaya saing.

Selain itu, dampak ekonomi dari program ini diproyeksikan mampu menggerakkan roda perekonomian desa. Dengan hasil panen yang optimal, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga memiliki peluang untuk menjual hasil produksi ke pasar yang lebih luas.
Program penanaman jagung ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur agar menjadi lebih produktif. Upaya ini dinilai penting sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi berbagai tantangan ketahanan pangan di masa depan, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi ekonomi.

Dengan semangat kebersamaan dan perencanaan yang matang, Desa Sobol optimistis mampu menjadikan program ini sebagai fondasi kuat menuju desa yang mandiri pangan dan sejahtera. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan inovasi dan dukungan berbagai pihak demi keberlanjutan pembangunan desa.