JAKARTA, Wartarepublik.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sukses menyelenggarakan Pendidikan Khusus Immawati (Diksuswati) Paripurna di PPSDM Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada 26–28 Juni 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Women's Sustainable Leadership" itu diikuti 37 peserta dari 17 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM tingkat provinsi sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan kader perempuan dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Rabu, (8/7/26)

Ketua Bidang Immawati DPP IMM, Sumarni, mengatakan tema tersebut dipilih karena kepemimpinan perempuan saat ini dituntut tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga membangun sistem yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

"Women's Sustainable Leadership kami angkat karena kepemimpinan perempuan hari ini harus berbasis nilai, adaptif terhadap perubahan, berorientasi jangka panjang, serta mampu membangun budaya, sistem, dan ekosistem yang terus berkembang lintas generasi," ujar Sumarni dalam kegiatan pada (7/7)

Menurut Sumarni, perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan karena memiliki kedekatan dengan berbagai isu, seperti pendidikan, kesejahteraan keluarga, kesehatan, pembangunan komunitas, hingga lingkungan.

Ia menilai pengalaman perempuan dalam menghadapi persoalan ketahanan pangan, akses air bersih, kesehatan keluarga, dan dampak perubahan iklim membentuk karakter kepemimpinan yang lebih inklusif, berkeadilan, serta mampu menghadirkan solusi berkelanjutan.

"Melalui pendekatan Women's Sustainable Leadership, Immawati didorong menjadi pengambil keputusan, penggerak perubahan sosial, penguat kaderisasi, agen pendidikan politik, sekaligus pelopor kesadaran lingkungan," katanya.

Sumarni berharap Diksuswati Paripurna mampu melahirkan kader perempuan yang berintegritas, progresif, adaptif, serta mampu menghadirkan kepemimpinan yang berdampak mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga tingkat nasional dan global. Menurutnya, semangat tersebut juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Bidang Immawati DPP IMM, Sakinah Fitrianti, menjelaskan Diksuswati Paripurna tahun ini diikuti oleh 37 kader perempuan yang berasal dari 17 provinsi di Indonesia.

"Partisipasi kader dari 17 provinsi menunjukkan besarnya semangat kader perempuan IMM untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Kami berharap seluruh peserta menjadi motor penggerak yang mampu menghadirkan perubahan positif di daerah masing-masing," tuturnya.

Menurut Sakinah, pendidikan khusus tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan perempuan yang kritis, transformatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai kepemimpinan, penguatan ideologi, pembangunan berkelanjutan, pendidikan politik, serta berbagai isu strategis perempuan.

"DPP IMM berharap para alumni Diksuswati Paripurna menjadi aktor perubahan yang mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa sekaligus memperkokoh kaderisasi organisasi di berbagai daerah," pungkasnya. (Red/Tim)