
Jakarta, Wartarepublik.com – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia belum optimistis terhadap masa depan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Sebanyak 61,1 persen responden menyatakan kurang yakin hingga tidak yakin program tersebut dapat berkembang.
Temuan itu dipaparkan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam pemaparan hasil survei bertajuk Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Selasa (28/7/2026). Survei dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026.
Meski demikian, tingkat pengenalan masyarakat terhadap program KDMP tergolong tinggi. Sebanyak 76,9 persen responden mengaku telah mengetahui keberadaan program tersebut, sedangkan 23,1 persen lainnya menyatakan belum mengenalnya.
Namun, tingginya tingkat pengenalan itu belum diikuti dengan keyakinan terhadap prospek program. Hanya 2,4 persen responden yang mengaku sangat yakin KDMP akan berkembang, sementara 22,6 persen menyatakan cukup yakin. Di sisi lain, 38,9 persen responden mengaku tidak yakin dan 22,2 persen menyatakan sama sekali tidak yakin. Adapun 13,9 persen responden memilih tidak memberikan jawaban atau belum memiliki pendapat.
Menurut Deni, secara keseluruhan hanya sekitar seperempat responden yang memiliki keyakinan terhadap keberhasilan program tersebut, sedangkan mayoritas masih menunjukkan sikap pesimistis.
SMRC juga mencatat tren ketidakpercayaan publik terhadap KDMP terus meningkat dalam beberapa periode survei. Pada November 2025, tingkat responden yang tidak yakin berada di angka 43,5 persen. Angka itu naik menjadi 48,4 persen pada survei Februari–Maret 2026, kemudian kembali meningkat menjadi 61,1 persen pada Juli 2026.
Sebaliknya, tingkat optimisme masyarakat terus mengalami penurunan. Pada November 2025, sebanyak 43,3 persen responden menyatakan yakin atau sangat yakin program tersebut akan berhasil. Persentase itu turun menjadi 41,7 persen pada Februari–Maret 2026, dan kembali merosot hingga 25 persen pada Juli 2026.
Deni menilai meningkatnya keraguan masyarakat terhadap Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih turut berkorelasi dengan menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Dalam pelaksanaannya, survei SMRC melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak dari warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih. Sebanyak 83,8 persen diwawancarai melalui telepon seluler, sementara 16,2 persen lainnya diwawancarai secara langsung karena tidak memiliki akses telepon.
Survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen. Dengan tingkat kesalahan itu, perbedaan hasil survei dinilai signifikan apabila mencapai sedikitnya 7,4 persen.
Redaksi: IL
.png)