
JAKARTA, Wartarepublik.com — Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data terbaru Badan Kepegawaian Negara (BKN), total ASN pada Semester I 2026 tercatat sekitar 6,77 juta orang, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 6,54 juta.
Kenaikan tersebut terutama terlihat pada sejumlah kategori kepegawaian, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu.
Dalam komposisi ASN saat ini, jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi yang terbesar, yakni sekitar 3,48 juta orang. Namun, angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 3,55 juta orang.
Sementara itu, jumlah PPPK tercatat 2,07 juta orang, naik dari sekitar 2,04 juta pada 2025. Adapun PPPK Paruh Waktu telah mencapai sekitar 1,22 juta orang, meningkat cukup signifikan dari 947.421 orang pada periode awal rekrutmen tahun 2025.
Data tersebut tercantum dalam Buku Statistik ASN 2026 Semester I yang diterbitkan BKN. Pendidikan PNS Didominasi Sarjana
Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, kelompok PNS paling banyak berasal dari lulusan DIV/S1, dengan jumlah sekitar 2,09 juta orang.
Setelah itu terdapat lulusan S2 sebanyak 509.387 orang, lulusan SD hingga SMA sebanyak 422.296 orang, lulusan DI hingga DIII sebanyak 399.382 orang, serta lulusan S3 sebanyak 54.440 orang.
Komposisi pendidikan yang berbeda terlihat pada kelompok PPPK. Lulusan DIV/S1 juga menjadi kelompok terbesar dengan jumlah sekitar 1,43 juta orang.
Kemudian terdapat lulusan SD-SMA sebanyak 388.784 orang, DI-DIII sebanyak 230.837 orang, S2 sebanyak 16.707 orang, dan lulusan S3 sekitar 1.232 orang.
PPPK Paruh Waktu Banyak Berpendidikan SD-SMA Berbeda dengan PNS dan PPPK reguler, kelompok PPPK Paruh Waktu justru paling banyak berasal dari jenjang pendidikan SD hingga SMA.
BKN mencatat terdapat sekitar 597.151 PPPK Paruh Waktu dari kelompok pendidikan tersebut.
Sementara itu, lulusan DIV/S1 mencapai sekitar 500.057 orang. Berikutnya lulusan DI-DIII sebanyak 122.672 orang, S2 sebanyak 704 orang, dan S3 sebanyak 16 orang.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa penataan tenaga Non-ASN melalui skema PPPK Paruh Waktu turut mencakup tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan menengah.
Sarjana Tetap Mendominasi Secara Keseluruhan Apabila seluruh kategori ASN digabungkan, lulusan DIV/S1 menjadi kelompok pendidikan terbesar dengan jumlah sekitar 4,03 juta orang.
Selanjutnya, lulusan SD hingga SMA tercatat sekitar 1,40 juta orang, DI-DIII sebanyak 752.891 orang, S2 mencapai 526.798 orang, sedangkan lulusan S3 berjumlah 55.688 orang.
BKN menjelaskan bahwa tingginya jumlah ASN berpendidikan sarjana tidak terlepas dari kebutuhan pemerintah terhadap tenaga dengan kualifikasi pendidikan tersebut dalam proses rekrutmen ASN selama beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, lulusan SMA tetap memiliki porsi yang cukup besar karena sejumlah formasi dan jabatan ASN memang dapat diisi oleh tenaga dengan kualifikasi pendidikan tersebut.
Redaksi: IL
0Comments