GORONTALO, Wartarepublik.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo melaksanakan kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) pada Minggu, 20 September 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pendidikan Politik (Dikpol) Menuju Mogok Sipil Nasional (MSN)”, dengan subtema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.”
Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.31 WITA dengan pemutaran lagu berjudul KNPB Tetap Lawan. Selanjutnya, pada sekitar pukul 11.00 WITA, Ketua KNPB Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo secara resmi membuka kegiatan yang diikuti para kader dan peserta.
Setelah pembukaan, peserta diarahkan untuk mengambil tempat masing-masing. Sekitar pukul 11.02 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pendidikan politik.
Materi pertama membahas prinsip-prinsip organisasi dan prinsip-prinsip pengorganisasian, yang disampaikan Elia Edowai. Penyampaian materi berlangsung hingga sekitar pukul 11.54 WITA dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai sekitar pukul 12.16 WITA.
Sekitar pukul 12.20 WITA, peserta mengikuti sesi penyegaran atau refreshing yang berlangsung hingga pukul 12.30 WITA.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi kedua mengenai prinsip-prinsip organisasi Komite Nasional Papua Barat, yang disampaikan Kom Kiditon. Materi berlangsung hingga pukul 12.50 WITA, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai sekitar pukul 13.15 WITA.
Pada pukul 13.15 WITA, materi ketiga disampaikan dengan tema Mogok Sipil Nasional (MSN) oleh Ketua KNPB Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo. Materi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 13.40 WITA dan dilanjutkan sesi tanya jawab sampai pukul 14.10 WITA.
Setelah itu, peserta diberikan waktu untuk makan dan beristirahat sebelum kegiatan kembali dilanjutkan pada sore hari.
Sekitar pukul 15.42 WITA, materi keempat mengenai sejarah Papua disampaikan oleh Nason. Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab setelah adanya instruksi singkat dari Kom Alpan.
Pada pukul 16.20 WITA, kegiatan masuk pada materi kelima dengan tema “Pengaruh Teknologi di Dalam Dinamika Politik dan Pengaruh Masyarakat tentang Pandangan Politik Papua”, yang disampaikan Eman Gobai. Materi berlangsung hingga sekitar pukul 16.34 WITA dan dilanjutkan sesi tanya jawab.
Selanjutnya, sekitar pukul 16.40 WITA, peserta menerima materi keenam mengenai perjuangan perempuan, yang disampaikan Cendrawasih Riska. Materi berlangsung hingga sekitar pukul 16.50 WITA dan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Materi ketujuh atau materi terakhir membahas logika berpikir, yang disampaikan Kom Ridho. Materi tersebut berlangsung hingga sore hari dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai sekitar pukul 18.07 WITA.
Dengan selesainya sesi tersebut, seluruh rangkaian materi Pendidikan Politik KNPB Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo dinyatakan selesai.
Kegiatan ini secara keseluruhan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi terkait organisasi, pengorganisasian, sejarah Papua, dinamika politik, teknologi, perjuangan perempuan, logika berpikir, serta materi mengenai Mogok Sipil Nasional.
Tema dan subtema kegiatan merupakan agenda yang disampaikan oleh KNPB Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo. Sebelumnya, KNPB Gorontalo juga telah menyampaikan sikap organisasi terkait konflik dan persoalan kemanusiaan di Papua melalui konferensi pers pada Agustus 2026.
Kegiatan kemudian ditutup dengan seruan internal organisasi “Sampai Merdeka.”
Reporter: Red/Tim
Editor: ul
0Comments