
Wartarepublik.com ||
Nias Barat, Sumut: Pembangunan Rumah Sakit Pratama Nias Barat yang telah dilaunching langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 11 Juli 2025, kini menuai sorotan tajam. Proyek bernilai Rp142 miliar ini diduga kuat dimulai tanpa didahului perencanaan kawasan yang matang. Bahkan, dokumen teknis penting seperti Detail Engineering Design (DED) kawasan baru akan dilelang setelah peletakan batu pertama dilakukan.
Kejanggalan Teknis yang Mendesak
Dari sisi teknis, kondisi ini merupakan pelanggaran mendasar dalam praktik perencanaan proyek konstruksi. Tanpa DED kawasan, tidak ada acuan teknis untuk sistem drainase, penataan akses kendaraan, letak gedung, hingga zonasi medis dan steril rumah sakit.
Padahal, kawasan tempat rumah sakit dibangun sangat menentukan struktur utama bangunan. Kesalahan perhitungan kontur tanah, elevasi fondasi, dan alur air dapat menimbulkan berbagai risiko: banjir lokal, akses IGD yang tidak efisien, bahkan potensi revisi struktur yang menguras anggaran.
Prosedur Dilompati, Uang Rakyat Dipertaruhkan
Dalam proyek konstruksi bernilai besar, keberadaan DED kawasan adalah syarat wajib sebelum pengerjaan fisik dimulai. Meluncurkan proyek Rp142 miliar tanpa dasar perencanaan kawasan yang sah adalah bentuk kelalaian prosedural yang berisiko merugikan negara.
Tindakan ini juga dinilai mengabaikan prinsip dasar pengelolaan keuangan publik. Lantas, muncul pertanyaan serius: Apakah pembangunan ini benar-benar didasarkan pada kebutuhan medis dan teknis yang matang, atau hanya sekadar mengejar pencitraan politik dan simbolik?
Tuntutan Transparansi
Pemerintah daerah dan pihak terkait kini didesak untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Mengapa proyek sebesar ini bisa dilaunching dan mulai dibangun tanpa DED kawasan? Siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi kesalahan teknis di masa depan?
Apakah pembangunan akan dihentikan sementara sampai dokumen teknis rampung? Ataukah proyek ini akan dipaksakan berjalan meski landasan perencanaannya masih bolong?
Disaat Plt. Kadis Hiburan masih diminta penjelasannya oleh awak media, tidak menggubris hal tersebut. Seakan akan hal itu tidak menyangkut pribadinya.
𝐂.𝐀𝐆
.png)