Di Balik Kenyataan -->

Header Menu

Di Balik Kenyataan

Admin Redaksi
Tuesday, 11 November 2025

Oleh: Arya Fitrah R.Nadjar

Opini, Wartarepublik.com - Berangkat Dari Kata Socrates "Manusia adalah subjek sentral yang mengatur dirinya, alam, dan aturan-aturannya". Dinamika Hari Ini Adalah Kebutuhan Yang Tidak Bisa Kita Pungkiri, Kita Seringkali Di Kelahi Oleh Lawan Yang Berkedok Kawan. Manusia Pada Konsep Yang Paling Mendasar Dia Adalah Khalifah Yang Tuhan Titipkan Di Bumi Tapi Pada Hari Kekinian Seringkali Pendirian Manusia Di Kalahkan Oleh Ego. Ali Syariati Dalam Tulisannya Mengatakan Bahwa Ego Itu Adalah Penjara Bagi Manusia. Di Balik Kenyataan Ini Sering Kita Temukan Dalam Empiris (Kenyataan) Yang Kita Persaksikan Seringkali Kita Di Bunuh (Bungkam) Dengan Sebagian Kelompok Di Sekitar Kita. Bahasa Ali Syariati Menyebutnya Sebagai (Masyarakat). Masyarakat Seringkali Menjadi Penjara Konteks Kelokalan (Fakultas Ilmu Budaya) Khusunya Seringkali Kita Jumpai Pada Dinamika Organisasi, Senioritas Bahkan Sahabat Juang Sekitar. Seringkali, Semua Menahan Ego Dan Mengatakan Bahwa Kita Benar Organisasi Memakai Instrumen Struktural, Senior Dengan Instrumen Usia Dan Sahabat Juang Yang Seringkali Melakukan Yang Tak Pernah Kita Bayangkan Sebelumnya.

Dinamika Itu Statis Sering Kawan, Sering Lawan Tapi Pada Subtansinya Kita Kembali Pada Habitat Yaitu Sebagai Manusia. Yang Pada Hakekatnya Dalam Bahasa Agama (Islam) Mengatakan " Manusia Yang Baik Adalah Yang Bermanfaat Untuk Orang Lain" Seringkali Makna Dari Hadis Nabi Ini Kita Lalai Dalam Menerjemahkan Ke Kehidupan Yang Nyata.

Romantisme Kampus Sering Juga Menjadi Penyebab Mandeknya Demokrasi Dan Ruang Kebebasan Sebab Ada Perselingkuhan Antara Pihak Fakultas Dengan Oknum Yang Mengatasnamakan Senior Dan Organisasi, Sering Kita Jumpai Hal Ini Terjadi Di Beberapa Fakultas Juga Untuk Mematikan Gerakan Demonstran Di Lingkungan Kampus Itu Sendiri. Bergeser Pad Dinamika Hari Ini, Di Balik Kenyataan Yang Pahit Tentu Ada Sebuah Cahaya Yang Manis, Tapi Pada Mestinya Kita Saling Mengenal Karena Kapan Saja Kita Bisa Di Bunuh Oleh Mereka Yang Entah Siapa? 

Lalu Bagaimana Menjawab Dinamik Di Balik Tantangan Ini? Pertama Kita Semua Terjebak Pada Objek Kebenaran Yang Ada Di Pikiran Kita Masing-Masing Sehingga Penjara Ego Itu Masih Ada, Ali Syariati Memberikan Jawaban Untuk Menjawab Ego Dengan Cinta, Itu Belum Cukup Bagi Saya. Karena Esensi Cinta Yang Di Sebut Oleh Ali Syariati Masih Abstrak Di Terjemahkan. Sehingga Menjawab Dinamika Ini Perlu Kesatuan Gagasan Yang Di Mulai Dari Lapisan Yang Paling Bawah, Serta Lepas Ego Dan Kritik Sentimen Di Situasi Lokal Hari Ini.