Wooshin Memberikan Malapetaka Bagi Sejuta Umat -->

Header Menu

Wooshin Memberikan Malapetaka Bagi Sejuta Umat

Admin Redaksi
Thursday, 13 November 2025

Jakarta 13/11/2025, WartaRepublik. Com
WIKA Tertekan Berat, Proyek Whoosh Jadi Pemicu Utama Beban Keuangan PT Wijaya Karya (WIKA) sedang menghadapi tantangan besar dalam mengelola kondisi keuangannya, yang sebagian besar disebabkan oleh keterlibatan perusahaan dalam proyek transportasi massal Whoosh. 

Keterlibatan ini tidak hanya dalam kapasitas sebagai investor besar, tapi juga sebagai kontraktor konstruksi utama, sehingga risiko keuangan yang ditanggung menjadi jauh lebih besar.WIKA tercatat menginvestasikan modal sebesar Rp6,1 triliun atau sekitar 32% saham di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), perusahaan pengelola proyek Whoosh. 

Selain itu, WIKA memegang peranan sebagai kontraktor lokal yang bertanggung jawab langsung atas sekitar 25% pekerjaan konstruksi proyek tersebut.Agung, salah satu pejabat WIKA, menjelaskan bahwa investasi jangka panjang seperti Whoosh dan proyek Kereta Cepat Indonesia masih belum memberikan return memadai bagi perusahaan. 

"Perseroan juga tengah menghadapi tantangan akibat penugasan investasi jangka panjang, seperti Kereta Cepat yang belum memberikan return bagi perusahaan. Sehingga semakin menambah beban berat bagi perusahaan," ujarnya.
Belum selesai dengan tekanan investasi, WIKA juga menghadapi sengketa konstruksi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Perusahaan mengklaim cost overrun sebesar Rp5,01 triliun, yang sekarang tengah diselesaikan melalui arbitrase di Singapore International Arbitration Centre (SIAC). 
Jika klaim ini tidak dapat diselesaikan secara menguntungkan, WIKA terancam mengalami kerugian besar yang akan semakin memperberat kondisi keuangannya.Dua beban besar ini sekaligus menjadi tantangan utama bagi WIKA untuk menjaga stabilitas keuangan dan keberlangsungan bisnisnya. 

Risiko finansial ini juga menjadi perhatian bagi para pemangku kepentingan dan investor, mengingat posisi WIKA sebagai salah satu BUMN kontraktor terbesar di Indonesia.Ke depan, keberhasilan negosiasi arbitrase dan pengelolaan investasi proyek akan menentukan arah pemulihan keuangan WIKA. Namun sejauh ini, tekanan akibat proyek Whoosh dan proyek Kereta Cepat masih menjadi hambatan berat yang harus dihadapi oleh manajemen perusahaan.