ANAK SEKOLAH DESA LUKULAMO MERANA, TRANSPORTASI SEKOLAH TERBENGKALAI -->

Header Menu

ANAK SEKOLAH DESA LUKULAMO MERANA, TRANSPORTASI SEKOLAH TERBENGKALAI

Admin Global
Thursday, 4 June 2026

Oleh : Bung NUEL LUBE

WARTAREPUBLIK.COM - Di tengah semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, kenyataan pahit justru dirasakan oleh ratusan pelajar di Desa Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah. Setiap hari, mereka harus menempuh perjalanan menuju dan pulang dari sekolah yang berada di Desa Lelilef dengan perjuangan berat—bukan karena jarak, melainkan karena ketiadaan transportasi umum yang layak dan teratur.

Ini bukan masalah baru, tapi masalah yang sengaja dibiarkan menggantung. Bus sekolah umum yang seharusnya menjadi penolong justru tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Jadwal yang tidak jelas, armada yang terbatas, kondisi kendaraan yang memprihatinkan, hingga seringnya tidak beroperasi tanpa pemberitahuan—semua itu menjadi beban sehari-hari yang harus dipikul anak-anak yang seharusnya fokus belajar.
 
Apa yang Mereka Alami?
 
• Berangkat pagi buta, kadang harus berjalan kaki berkilometer demi menunggu kendaraan yang belum tentu lewat

• Terpaksa menumpang kendaraan apa saja yang ada—seringkali tidak layak, penuh sesak, bahkan membahayakan keselamatan

• Sering terlambat masuk sekolah karena kendaraan tidak kunjung tiba

• Pulang sore harus menunggu berjam-jam di pinggir jalan, terpapar terik matahari atau hujan

 • Banyak yang akhirnya malas bersekolah karena lelah dan takut menghadapi perjalanan setiap hari
 
Ini adalah bentuk ketidakadilan yang nyata. Negara dan pemerintah daerah telah menetapkan hak setiap anak atas pendidikan yang layak—termasuk akses yang aman dan terjangkau menuju tempat belajar. Tapi di Lukulamo, hak itu seolah diabaikan.
 
Siapa yang Bertanggung Jawab?
 
Kami mempertanyakan
 
• Mengapa bus sekolah umum yang disediakan untuk pelajar tidak dirawat dan dioperasikan dengan tertib ?

• Di mana pengawasan dinas terkait terhadap pelayanan transportasi pendidikan ini ?
 
• Mengapa keluhan masyarakat dan orang tua siswa tidak mendapatkan tanggapan yang nyata?

• Apakah nasib anak-anak desa dianggap kurang penting dibandingkan urusan lain ?
 
Jangan bicara soal kemajuan daerah, jangan bicara soal mencetak generasi berkualitas, jika akses paling dasar saja tidak bisa dipenuhi. Bagaimana bisa anak belajar dengan baik jika tubuhnya lelah menempuh perjalanan yang melelahkan setiap hari? Bagaimana mereka bisa bermimpi tinggi jika yang ada di depan mata hanyalah perjuangan untuk sampai ke sekolah dengan selamat
 
Tuntutan Kami
 
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, dan seluruh pihak yang berwenang:
 
1. Segera perbaiki dan operasikan kembali bus sekolah umum secara teratur, aman, dan sesuai jadwal

2. Pastikan armada yang digunakan layak jalan dan memenuhi standar keselamatan

3. Tetapkan rute dan waktu keberangkatan/pulang yang jelas, disosialisasikan kepada siswa dan orang tua

4. Lakukan pengawasan ketat agar pelayanan ini berkelanjutan, bukan hanya berjalan sehari dua hari lalu berhenti lagi

5. Berikan solusi darurat jika kendaraan mengalami kerusakan agar siswa tidak terlantar
 
Anak-anak Lukulamo tidak meminta kemewahan. Mereka hanya membutuhkan transportasi yang aman dan pasti agar bisa bersekolah dengan tenang. Jangan biarkan perjuangan menempuh jalan menjadi alasan mereka gagal meraih masa depan.
 
Ingat Apa yang di abaikan hari ini, akan menjadi beban bagi daerah di masa depan.
 Berikan hak mereka, berikan mereka jalan yang mudah menuju ilmu pengetahuan.
 
Disampaikan sebagai aspirasi masyarakat Desa Lukulamo dan sekitarnya Weda Tengah, 05 Juni 2026.

Pancasila bukan hanya hafalan pelajaran sekolah, bukan hanya lambang di bendera atau pidato peringatan hari besar. Ia adalah janji kemerdekaan, dasar hidup berbangsa dan bernegara yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
 
Pancasila, memanggil kesadaran kita semua: jangan sampai Pancasila hanya menjadi kosong tanpa makna, indah di atas kertas tapi pahit dalam kenyataan.
 
Mari kita tuntut agar sila-sila tersebut tidak hanya dibaca, tetapi dijalankan. Agar Ketuhanan berjalan berdampingan dengan toleransi, Kemanusiaan berjalan berdampingan dengan keadilan, Persatuan berdampingan dengan penghargaan terhadap perbedaan, Kerakyatan berdampingan dengan suara yang didengar, dan Keadilan Sosial benar-benar terwujud untuk seluruh rakyat Indonesia.
 
Demikian narasi ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa. Semoga menjadi cermin bagi kita semua, terutama mereka yang memegang amanah untuk memimpin dan mengatur negara ini.