Guru PPPK Halmahera Selatan Tak Kunjung Kembali Bertugas, Keluarga di Aceh Minta Bantuan Pencarian -->

Header Menu

Guru PPPK Halmahera Selatan Tak Kunjung Kembali Bertugas, Keluarga di Aceh Minta Bantuan Pencarian

Admin Global
Saturday, 6 June 2026

HALSEL, Wartarepublik.com – Fauzi Yusuf, warga Desa Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, menyampaikan keresahannya terkait keberadaan putranya, Ghazi Al Gifari, yang hingga saat ini belum diketahui kabarnya.

Kepada awak media melalui sambungan telepon seluler pada Hari Sabtu 06/06/2026, Fauzi menjelaskan bahwa putranya mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah DKI Jakarta pusat dengan jurusan pendidikan S.1 Psikolog, dengan Jabatan Guru Ahli pertama yang di Tugaskan di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pada tahun 2025. 

Setelah dinyatakan lulus, Ghazi Al Gifari menerima Surat Keputusan (SK) penugasan sebagai tenaga pendidik di SD Negeri 62 Halmahera Selatan yang berlokasi di Desa Gonone, Kecamatan Kepulauan Joronga.

Menurut Fauzi, sejak mengikuti seleksi hingga mulai bertugas sebagai guru, komunikasi antara dirinya dan sang anak berjalan dengan baik. Bahkan setelah Ghazi kembali dari Jakarta ke tempat tugasnya di Halmahera Selatan, keduanya masih sempat berkomunikasi untuk saling menanyakan kabar.

Namun, beberapa bulan terakhir nomor telepon Ghazi tidak lagi aktif dan tidak dapat dihubungi. Kondisi tersebut membuat keluarga semakin khawatir karena hingga kini mereka belum mengetahui keberadaannya.

Karena merasa cemas, Fauzi kemudian meminta bantuan kepada seorang jurnalis, Yang bertugas sebgai Kaperwil Malut Salmun M. Kairatu, yang aktif memberitakan berbagai informasi di wilayah Halmahera Selatan melalui media SorotPublik.id, untuk membantu mencari informasi mengenai keberadaan putranya.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Salmun menghubungi Kepala SD Negeri 62 Halmahera "Dahri" Selatan guna memperoleh informasi terkait kondisi dan keberadaan Ghazi Al Gifari. 

Dari keterangan Kepala Sekolah, Dahri" diketahui bahwa Ghazi memang tercatat sebagai guru yang bertugas di sekolah tersebut. "Benar, Ghazi Al Gifari merupakan guru yang bertugas di sekolah kami. 

Namun sejak bulan Ramadan yang bertepatan dengan masa cuti dan libur, ia meminta izin untuk berangkat ke Jakarta. Hingga saat ini yang bersangkutan belum kembali bertugas," ujar Kepala Sekolah.

Pihak sekolah bersama dewan guru juga telah berupaya menghubungi Ghazi agar kembali melaksanakan tugasnya. Namun nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif hingga saat ini.

Mendengar informasi tersebut, Fauzi mengaku semakin khawatir dan panik. Ia menegaskan bahwa berdasarkan komunikasi terakhir yang dilakukan dengan putranya, keberangkatan Ghazi ke Jakarta bukan untuk melaksanakan pernikahan, melainkan untuk berlibur bersama rekan-rekan organisasinya.

"Setelah liburan di Jakarta, anak saya masih sempat menghubungi saya dan menyampaikan bahwa ia akan kembali ke Maluku Utara untuk menjalankan tugasnya. 

Setelah berada di Halmahera Selatan, kami juga masih berkomunikasi. Namun beberapa bulan terakhir hingga setelah Iduladha, ia sudah tidak pernah lagi menghubungi kami dan nomor teleponnya tidak aktif," ungkap Fauzi.

Oleh karena itu, Fauzi Yusuf selaku orang tua berharap informasi ini dapat diketahui oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, serta pihak kepolisian di wilayah Halmahera Selatan maupun Provinsi Maluku Utara agar turut membantu mencari informasi mengenai keberadaan putranya.

"Kami sebagai keluarga sangat khawatir dan berharap ada bantuan dari semua pihak untuk membantu mencari informasi mengenai anak kami yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya," katanya.

Keluarga juga meminta bantuan kepada seluruh masyarakat Halmahera Selatan dan Maluku Utara. Apabila ada yang mengetahui atau menemukan informasi mengenai Ghazi Al Gifari, diharapkan dapat segera menghubungi pihak keluarga melalui nomor telepon 0813-6232-5800.

Namun informasi ini masih berdasarkan pengakuan keluarga dan pihak sekolah, serta belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai status keberadaan Ghazi Al Gifari. 

Atas perhatian, serta bantuan, dan partisipasi seluruh pihak, keluarga menyampaikan ucapan terima kasih, Hingga berita ini dipublikasikan. (Red)