Haedar Nashir: Jangan Mudah Hamburkan Uang untuk Dunia, Tapi Pelit dalam Ibadah -->

Header Menu

Haedar Nashir: Jangan Mudah Hamburkan Uang untuk Dunia, Tapi Pelit dalam Ibadah

Admin Global
Monday, 15 June 2026

YOGYAKARTA, Wartarepublik.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya efisiensi, pola hidup hemat, serta etos kerja yang berlandaskan ibadah. Pesan tersebut disampaikan dalam kultum di hadapan jamaah salat Dzhur Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (15/6).

Haedar mengingatkan bahwa PP Muhammadiyah telah mengeluarkan edaran resmi mengenai efisiensi dan penghematan untuk amal usaha dan lingkungan Muhammadiyah. Langkah ini menurutnya sangat sejalan dengan sejarah dan ajaran agama Islam yang senantiasa mencontohkan tentang budaya hidup hemat, tidak boros, namun juga tidak kikir.

Haedar dalam hal ini menyoroti fenomena masyarakat modern yang kian mengedepankan hidup konsumtif. Ia menyayangkan sikap ini yang mana masyarakat seringkali begitu mudah mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk kesenangan duniawi semata, namun terkadang sangat perhitungan dalam urusan amal dan ibadah.

“Kalau orang pergi ke mall, ke tempat hiburan itu mengeluarkan uangnya mudah sekali. Uang Biru dan Merah itu keluar begitu saja. Tapi begitu urusan ibadah dan ketaatan kepada Allah yang keluar hanya selembaran uang hijau,” sentil Haedar.

Selanjutnya ia juga turut mengingatkan jamaah dan masyarakat agar tidak boros waktu untuk hal-hal yang dinilai tidak produktif. “Kadang banyak diantara kita ini tidak menyadari ngobrol ngalor ngidul terlalu lama. Tapi ketika harus baca buku tadarus, baru satu ayat saja sudah ngantuk,” tambahnya.

Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa semangat penghematan juga merupakan bagian dari tanggung jawab menjaga lingkungan dan bumi. Ia mengajak warga Muhammadiyah memulai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghemat penggunaan listrik dan air.

Menurutnya, efisiensi energi dapat dimulai sejak tahap perencanaan bangunan dengan menghindari penggunaan fasilitas yang berlebihan.

“Termasuk hemat listrik. Sering kali dalam rancangan bangunan, demi keindahan, titik lampu dibuat terlalu banyak. Sebenarnya itu bisa dikurangi agar tidak boros dan lebih efisien,” jelas Haedar.

Dalam hal penggunaan air, Haedar mengutip pesan Ketua PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, tentang pentingnya menghemat air saat berwudhu. Ia menjelaskan bahwa satu kali basuhan pada saat berwudhu sudah memenuhi rukun wudhu, sehingga dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi pemborosan air sekaligus mempercepat antrean di tempat wudhu.

“Kita harus ingat bahwa masih banyak saudara kita yang kekurangan air dan membutuhkan bantuan untuk membangun sumur. Ini menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Di akhir kultumnya, Haedar menegaskan bahwa kebiasaan hidup hemat dan disiplin merupakan jalan menuju kesuksesan. Namun, menurutnya, fondasi penting keberhasilan dan kesuksesan seseorang terletak pada kemampuannya mengendalikan dan menaklukkan dirinya sendiri.

“Kalau kita ingin sukses, maka kita harus bisa menaklukkan diri sendiri. Bekerjalah dan nikmati pekerjaan itu sebagai panggilan untuk berkhidmat,” tuturnya.

Selain itu, Haedar turut menekankan pentingnya membangun suasana hati yang positif dalam bekerja. Pekerjaan yang dijalani dengan rasa senang dan penuh tanggung jawab akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik sekaligus menghadirkan kebahagiaan dalam kehidupan.

“Kita nikmati pekerjaan dengan senang hati. Tidak perlu sering melihat jam dan membayangkan cepat-cepat pulang ke rumah. Nikmati hidup dan pekerjaan itu dengan tanggung jawab serta perasaan yang nyaman,” pungkas Haedar. 




Redaksi: ul