WartaRepublik.com–Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menjadi sorotan. Kali ini, kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Totikum Selatan dan Totikum menuai kritik keras dari masyarakat yang merasa diabaikan selama bertahun-tahun.
Sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah. Lubang menganga, jalan berlumpur saat hujan, dan debu tebal saat kemarau menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi warga. Kondisi ini bukan hanya soal ketidaknyamanan, tetapi sudah masuk kategori membahayakan.
Warga mengaku sering terjadi kecelakaan akibat jalan yang tidak layak dilalui. Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya perbaikan menyeluruh dari pemerintah daerah.
Kerusakan infrastruktur ini juga berdampak luas. Aktivitas ekonomi terganggu, distribusi hasil pertanian dan perikanan terhambat, akses pendidikan menjadi sulit, bahkan pelayanan kesehatan ikut terdampak.
“Dari saya masih SD sampai sekarang hampir wisuda kuliah, jalan ini tetap begini. Tidak ada perubahan. Yang berubah hanya kepala daerah tiap pilkada. Janji-janji mereka hanya jadi tontonan,” tegas Laremi Hasan, putra daerah dengan nada kecewa.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap pemerintah yang dinilai gagal menjadikan infrastruktur sebagai prioritas utama.
Warga juga menyoroti peran DPRD, khususnya perwakilan Daerah Pemilihan (Dapil) II. Mereka menilai para wakil rakyat belum maksimal memperjuangkan kondisi riil yang dihadapi masyarakat.
“Kami minta DPRD jangan tutup mata. Turun langsung dan rasakan sendiri bagaimana kondisi jalan di sini. Kami yakin, kalau mereka lewat jalan ini setiap hari, mereka juga tidak akan tahan,” lanjut Laremi.
Masyarakat menegaskan bahwa infrastruktur jalan bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup. Ketimpangan pembangunan antara wilayah kota dan desa dinilai semakin nyata.
Hingga saat ini, warga hanya menuntut satu hal: tindakan nyata.Pemerintah daerah diminta segera turun tangan, bukan sekadar melakukan survei atau memberikan janji. Perbaikan jalan di Totikum Selatan dan Totikum dianggap sudah sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin runtuh.
Kini masyarakat menunggu: apakah pemerintah akan benar-benar bekerja, atau kembali membiarkan jalan rusak ini menjadi bukti kegagalan yang terus berulang.
WartaRepublik.com/Muflihun La Guna
.png)