HALSEL, Wartarepublik.com - Persoalan krisis air bersih di Desa Dowora disebut bukan kali pertama disorot melalui pemberitaan media. Keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh air bersih telah beberapa kali disampaikan ke publik, namun hingga saat ini warga mengaku belum melihat adanya tanggapan maupun langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.
Masyarakat menyatakan kepada Wartawan di lapangan pada Kamis, (25/6) mereka mempertanyakan sikap pemerintah daerah, khususnya Bupati Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, yang dinilai belum memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan dasar warga di Desa Dowora.
“Sudah berulang kali persoalan ini disorot melalui media, tetapi sampai hari ini belum ada tanggapan yang jelas dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Masyarakat sangat menunggu agar suara penderitaan kami didengar dan ditanggapi oleh Bupati Bassam dan Wakil Bupati Helmi,” ujar masyarakat Desa Dowora.
Setelah Wartawan Mendapatkan Sumber di Lapangan Dari Para Warga, Langsung Melakukan Investigasi Kondisi Air. (Foto: Air)
Warga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses terhadap air bersih. Mereka menilai pelayanan publik tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan maupun kegiatan seremonial, tetapi harus dibuktikan dengan kebijakan dan program yang nyata di lapangan.
“Jangan hanya menikmati gaji yang bersumber dari uang rakyat, sementara tanggung jawab untuk melayani masyarakat tidak terlihat buktinya. Kebutuhan air bersih adalah persoalan mendasar yang telah lama kami hadapi dan membutuhkan tindakan segera,” tegasnya.
Masyarakat Desa Dowora meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera mengambil langkah konkret untuk menghadirkan sarana dan akses air bersih. Mereka menilai, apabila persoalan tersebut terus dibiarkan tanpa tindakan, maka slogan HUT Kabupaten Halmahera Selatan ke-23, ‘Tingkatkan Pelayanan’, patut dipertanyakan.
“Jika tidak ada tindakan nyata terhadap krisis air bersih yang kami alami, maka jangan menjadikan ‘tingkatkan pelayanan’ sebagai slogan. Sebab pelayanan yang sesungguhnya harus hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.