La Radi sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut mencari gurita di sekitar Pulau Tabala I, Pulau Tabala II, dan perairan sekitarnya sejak Senin (22/6/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, korban berangkat dari Desa Lede sekitar pukul 07.00 WIT menggunakan perahu jenis longboat bermesin 5,5 PK. Ia diketahui hendak mencari gurita di wilayah perairan Pulau Tabala.
Namun hingga pukul 14.00 WIT, waktu yang biasanya digunakan korban untuk kembali ke rumah, La Radi belum juga terlihat. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga dan rekan sesama nelayan.
Sekitar pukul 15.00 WIT, rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Lede, pemerintah desa, serta masyarakat nelayan setempat untuk membantu melakukan pencarian.
Pencarian Awal Secara Mandiri Kemudian Membuahkan Petunjuk
Pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 WIT, perahu milik korban ditemukan mengapung sekitar 200 meter dari bibir Pantai Laleo, Desa Lede. Namun, keberadaan La Radi saat itu belum diketahui.
Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada BPBD Kabupaten Pulau Taliabu dan diteruskan ke Unit Siaga SAR Sanana serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate untuk penanganan lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Ternate berkoordinasi dengan Kantor SAR Palu. Dengan mempertimbangkan jarak operasi yang lebih dekat ke lokasi kejadian, Tim Rescue Unit Siaga SAR Banggai Laut dikerahkan untuk memperkuat pencarian bersama unsur SAR lainnya.
Pencarian dilakukan selama dua hari dengan menyisir area perairan yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. Hingga akhirnya, pada Kamis pagi sekitar pukul 10.36 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan La Radi.
Korban ditemukan pada koordinat 1°43’14.00” Lintang Selatan dan 124°21’25.00” Bujur Timur, di perairan Desa Lede, dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet cepat atau Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju Desa Lede. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi ditutup. Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan briefing penutupan operasi dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut yakni Tim Rescue Unit Siaga SAR Banggai Laut, Kantor SAR Ternate, Polsek Lede, BPBD Kabupaten Pulau Taliabu, pemerintah desa, serta masyarakat dan nelayan setempat.
Kantor SAR Ternate menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
Redaksi: ul
.png)