Foto: Ilustrasi


HALSEL, Wartarepublik.com – Pemuda Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, meminta Arman untuk segera mengembalikan dana sebesar Rp18 juta yang disebut dipinjam sejak bulan (11/2024) sampai saat ini.

Menurut keterangan Bahar, yang mewakili pemuda Desa Dowora, dana tersebut merupakan bagian dari bantuan sebesar Rp20 juta yang diberikan oleh Aliong Mus kepada pemuda Dowora pada momentum pesta demokrasi Pemilihan Gubernur Maluku Utara tahun 2024.

Bahar menjelaskan, setelah dana diterima, Arman meminjam uang sebesar Rp18 juta dengan alasan untuk membayar kebutuhan proyek material lokal serta upah tukang di Desa Pulau Gala, Kecamatan Kepulauan Joronga.

"Pada saat itu yang bersangkutan meminjam uang Rp18 juta dengan alasan untuk membayar proyek material lokal dan upah tukang. Karena ada kebutuhan mendesak, kami akhirnya memberikan pinjaman tersebut," ujar Bahar. Senin, (22/6/26)

Namun, hingga saat ini dana tersebut belum juga dikembalikan. Bahar mengaku telah beberapa kali menghubungi Arman untuk meminta kepastian pengembalian uang tersebut.

Dalam komunikasi melalui WhatsApp pada Maret 2025, Bahar meminta agar dana itu segera dikembalikan karena pemuda Desa Dowora berencana menggunakan anggaran tersebut untuk pengadaan bodi fiber.

"Saat itu kami sampaikan agar uang tersebut segera diganti karena akan digunakan untuk membeli bodi fiber bagi kepentingan pemuda," katanya.

Bahar menuturkan, melalui Whatsapp Arman saat itu berjanji akan mengganti dana Rp18 juta tersebut di gantikan dengan pengadaan bodi fiber. Namun hingga kini janji tersebut belum terealisasi.

"Sudah berjalan 2 tahun lebih, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian terkait pengembalian dana maupun digantikan dengan pengadaan bodi fiber yang dijanjikan," ungkapnya.

Karena belum memperoleh kejelasan, Bahar mengaku juga telah berupaya menghubungi sejumlah pihak keluarga Arman, termasuk Ridha Hasyim. (seorang legislator aktif dari Partai Gerindra mantan DPRD Wakil Ketua Komisi I Halsel, Namun, menurut Bahar, dirinya mendapat jawaban bahwa persoalan tersebut tidak diketahui dan tidak ingin dicampuri.

Selain itu, perwakilan pemuda Desa Dowora juga meminta bantuan kepada keluarga lainnya agar dapat menyampaikan persoalan tersebut kepada Arman, dengan harapan ada itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban yang menjadi tuntutan para pemuda.

Pemuda Desa Dowora berharap Arman segera memberikan penjelasan dan menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Pemuda Desa Dowora juga mendesak Bhabinkamtibmas Kecamatan Kepulauan Joronga untuk turut menindaklanjuti persoalan tersebut melalui langkah-langkah mediasi maupun pendekatan persuasif agar tercipta penyelesaian yang baik antara para pihak.

"Kami berharap Bhabinkamtibmas Kepulauan Joronga dapat membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan ini sehingga ada kejelasan dan tanggung jawab dari pihak yang bersangkutan. Jika tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut, maka kami akan mempertimbangkan untuk menindaklanjutinya melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Bahar.

Pemuda Desa Dowora berharap masalah ini dapat diselesaikan secara baik-baik tanpa harus berujung pada proses hukum, namun mereka menegaskan akan terus memperjuangkan hak dan kepentingan pemuda desa atas dana yang hingga kini belum dikembalikan

Hingga berita ini diturunkan, pihak Arman belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.





Reporter: ul