Di kutip dari YouTube, Sarasehan Kebangsaan KSTI berlangsung pada 26–28 Juni 2026 dengan mengusung tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia."
Kegiatan ini diisi dengan simposium dan diskusi panel yang membahas berbagai isu strategis, seperti pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, hilirisasi industri, hingga pengembangan sektor industri nasional.
Acara tersebut diikuti sekitar 2.600 peserta yang terdiri atas rektor, dosen, peneliti, ilmuwan, serta perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Bahwa Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Menurut Prabowo, pertemuan dengan kalangan akademisi tidak cukup hanya dilakukan beberapa kali. Ia bahkan mengusulkan agar forum diskusi tersebut dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
"Menurut saya, kalau empat kali bertemu para rektor itu bagi saya belum apa-apa. Kalau perlu tiap bulan kita bertemu," ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat hubungan antarnegara semakin erat. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai persoalan global dapat memberikan dampak langsung terhadap Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan pandangan dan pemikiran dari dunia akademik sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan strategis.
Prabowo menegaskan, sebagai Kepala Negara dirinya merasa perlu berdiskusi dengan banyak orang yang memiliki keahlian dan kompetensi agar berbagai tantangan bangsa dapat dihadapi dengan lebih baik.
Dalam forum tersebut, Presiden menerima sejumlah usulan dari para rektor, dosen, peneliti, ilmuwan, dan perwakilan perguruan tinggi. Beberapa usulan yang mengemuka di antaranya pemberian beasiswa program doktor bagi dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta, peningkatan alokasi dana riset dan inovasi yang bersumber dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta penguatan kerja sama perguruan tinggi Indonesia dengan berbagai institusi pendidikan di luar negeri.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Prabowo memastikan pemerintah akan segera menindaklanjutinya.
"Saya segera tindak lanjuti. Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," tegasnya.
Dalam suasana yang lebih santai, Presiden juga menyampaikan bahwa dirinya tidak hanya mendengarkan masukan dari para profesor dan akademisi, tetapi juga terbuka terhadap berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari anak-anak desa yang menyampaikan pendapat melalui media sosial.
Penulis: ul
Editor: Red
.png)