Rusia Klaim Menang Besar dalam Arbitrase Internasional Laut Hitam dan Selat Kerch -->

Header Menu

Rusia Klaim Menang Besar dalam Arbitrase Internasional Laut Hitam dan Selat Kerch

Admin Global
Tuesday, 16 June 2026

WARTAREPUBLIK.COM – Rusia mengklaim meraih kemenangan besar dalam sengketa arbitrase internasional yang telah berlangsung selama satu dekade dengan Ukraina terkait status dan hak maritim di Laut Hitam, Laut Azov, serta Selat Kerch.

Sumber dilansir dari AP, pada Selasa, (16/6/26) Putusan tribunal arbitrase internasional menolak sebagian besar tuntutan Ukraina yang diajukan berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS). Sejumlah tuntutan utama Kiev, termasuk klaim terkait perairan di sekitar Krimea, tidak dikabulkan.

Sengketa hukum ini melibatkan pemerintah Rusia dan Ukraina. Putusan dikeluarkan oleh tribunal arbitrase internasional yang berkedudukan di Den Haag, Belanda.

Hasil putusan diumumkan setelah proses arbitrase yang berlangsung sekitar 10 tahun sejak gugatan diajukan Ukraina.

Perkara ini berkaitan dengan wilayah Laut Hitam, Laut Azov, dan Selat Kerch, termasuk perairan di sekitar Semenanjung Krimea yang menjadi objek sengketa antara kedua negara.

Ukraina mengajukan gugatan dengan alasan Rusia diduga melanggar hak-hak maritim Ukraina setelah pengambilalihan Krimea pada 2014. Kiev menuntut kompensasi atas pemanfaatan sumber daya alam, menyoroti isu lingkungan, serta meminta pengaturan Selat Kerch sebagai jalur pelayaran internasional yang dapat diakses berbagai negara.

Dalam putusannya, tribunal menolak sejumlah tuntutan utama Ukraina. Pengadilan tidak mengabulkan tuntutan kompensasi atas pemanfaatan sumber daya alam di perairan Krimea. Permintaan agar Selat Kerch ditetapkan sebagai jalur internasional yang terbuka bagi kapal negara lain, termasuk kapal perang, juga ditolak.

Selain itu, tuntutan pembongkaran Jembatan Krimea tidak dikabulkan. Tribunal juga menolak sejumlah tuduhan terkait kerusakan lingkungan yang dikaitkan dengan aktivitas Rusia di perairan sekitar Krimea.

Pemerintah Rusia menyambut putusan tersebut sebagai kemenangan besar dan menyebutnya sebagai pukulan bagi upaya Ukraina serta negara-negara Barat dalam menggunakan jalur hukum internasional untuk menekan Moskow. 

Rusia menilai hasil arbitrase tersebut memperkuat posisinya dalam sengketa maritim yang telah menjadi bagian dari konflik berkepanjangan antara Moskow dan Kiev.





Redaksi: ul